Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Wahrul Fauzi Silalahi, pekerja sosial yang merambah ingin jadi wakil rakyat Lampung

Wahrul Fauzi Silalahi (kemeja putih).

setialampung - Wahrul Fauzi Silalahi, dikenal sebagai pekerja sosial yang selalu membela kepentingan masyarakat di bidang hukum. Kini, Wahrul bertekad meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui gedung DPRD Lampung.

Menurutnya, sesuatu yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, digodok lewat pintu DPRD. Kalau di negara diurus oleh DPR RI, di tingkat provinsi digodok lewat DPRD provinsi, sedangkan di tingkat kabupaten dan kota di godok lewat DPRD kabupaten/kota.

Dia mencontohkan, harga BBM mau naik, tentu harus melalui persetujuan DPR, mengimpor beras atau kebutuhan lainnya juga melalui persetujuan DPR.

Di tingkat provinsi, juga sama. Misalnya pasokan gas berkurang tentu DPRD provinsi bisa menggodoknya, begitu juga dengan kenaikan harga  lainnya. Jika harga naik, sudah tentu memengaruhi kesejahteraan rakyat.

Berangkat dari situ, Wahrul Fauzi Silalahi memberanikan diri mencalonkan sebagai anggota DPRD Lampung melalui Partai Nasdem.

Ia bersyukur karena Partai Nasdem memberikan amanah kepadanya untuk ikut menggodok ekonomi kerakyatan lewat pintu DPRD di daerah pemilihan (dapil) 2, Lampung Selatan.

Atas dasar itu juga, ia meminta kepada masyarakat yang tinggal di Lampung Selatan untuk mendukungnya menjadi wakil rakyat agar dapat andil besar dalam meningkatkan ekonomi rakyat.

“Saya berjanji akan membela kepentingan rakyat demi meningkatkan ekonomi rakyat melalui DPRD Lampung,” kata Wahrul Fauzi Silalahi.

Wahrul yang berkecimpung di dunia pengacara, sering diminta masyarakat untuk membela apabila ada yang konflik dengan pejabat atau pemerintah. Entah sudah berapa ratus rakyat yang dibelanya tanpa harus memberi imbalan alias tanpa pamrih. (*)

Berita Populer

Antoni Imam Ajak Mahasiswa Ikut Siapkan Peraturan Daerah

Bandarlampung - Di depan ratusan mahasiswa peserta seminar nasional legislatif 2019 di Politeknik Kesehatan Tanjung Karang, selasa (3/12), Anggota Komisi V DPRD Lampung, Antoni Imam mengajak agar disamping menuntaskan perkuliahan secara baik dengan nilai akademik yang baik, juga tak lupa jangan abai dengan kondisi sosial disekitar mereka.

“Sebagai _director of change_ atau pengendali perubahan, adik-adik mahasiswa punya tanggung jawab moral ikut memperbaiki kondisi sosial di sekitar. Jangan mengabaikan tugas mulia itu,” harap sekretaris fraksi PKS DPRD Lampung ini.

Mahasiswa sebagai suatu strata sosial yang dipercaya masyarakat harus ikut memberi pencerahan kepada mereka.

“Hari ini publik menaruh harapan besar kepada adik-adik mahasiswa. Salah satu tugas yang penting dilakukan adalah sebagai penyeimbang kebijakan baik di tingkat lokal/ daerah maupun nasional,” ungkap Antoni Imam.

Sebagai penyeimbang kebijakan, maka mahasiswa perlu menterjemahkannya secara sistemik.

“Jika ada peratura…

Danpomal Lampung Minta Prajurit Profesional

BANDARLAMPUNG- Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Danpomal) Lampung, Mayor Laut (PM) Prasetyo Bekti meminta prajurit bertugas independen dan profesional.

Permintaan Prasetyo Bekti itu dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) Ke-73 Pomal Lampung di Gedung C, PKOR Wayhalim, Bandarlampung, minggu (24/2) pagi.

Soal HUT Pomal, Prasetyo Bekti menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari perayaan HUT Pomal ke-73.

"Acara diawali olah raga bersama, yaitu senam bersama, setelah itu jalan sehat, kemudian dirangkai dengan kegiatan donor darah, sebagai wujud membantu rekan-rekan kita yang mungkin membutuhkan, dan terakhir ialah pengundian kupon jalan sehat," jelasnya.

Prasetyo memaparkan, untuk hadiah jalan sehat sendiri sebanyak 156 item, dengan hadiah utama 10 sepeda.

"Pomal kian bisa bertugas dengan sebaik-baiknya. Khususnya di Lampung, Lanal di Lampung mengelola ribuan prajurit, ada Brigade-4 Marinir, ada 2 Batalyon, ada Prokimal, dan lanal itu sendiri," kata…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…