Langsung ke konten utama

Tony Eka Candra: Keluarga besar FKPPI wajib gelorakan semangat kepahlawanan

Tony Eka Candra

setialampung - Pengurus daerah VIII keluarga besar FKPPI Lampung beserta jajaran, melaksanakan silaturahmi dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November 2018 yang digelar di kantornya, sabtu (10/11/18).

Dalam pengarahannya, Ketua PD VIII KB FKPPI Lampung, Tony Eka Candra berpesan kepada segenap jajaran keluarga besar FKPPI Lampung, wajib melestarikan dan menggelorakan semangat kepahlawanan kepada generasi penerus bangsa, khususnya generasi penerus keluarga besar FKPPI.

“Semangat kepahlawanan harus terus digelorakan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara oleh setiap keluarga besar FKPPI dimanapun kalian berada. Apapun latar belakang dan asal usulmu, profesimu, dan latar belakang politikmu. Ketauladanan para pahlawan bangsa harus menjadi inspirasi dan motivasi bagi segenap jajaran keluarga besar FKPPI dalam setiap pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Para pahlawan bangsa telah mewariskan kemerdekan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada kita generasi penerus, yang diperjuangkan dengan keringat, darah dan air mata dan diperjuangkan dengan semangat juang yang tinggi tanpa pamrih. Kemerdekaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib kita jaga dan pertahankan. Isi Kemerdekaan itu dengan pembangunan disegala bidang kehidupan sesuai dengan profesi dan kemampuan terbaik yang dimiliki segenap KB FKPPI," ujar Tony.

Tidak hanya itu, Tony juga menyampaikan semangat kepahlawanan setidaknya tertuang dalam 5 nilai juang 1945 yang harus terus diwariskan, dilestarikan dan digelorakan kepada setiap generasi anak bangsa. 5 nilai juang 1945 tersebut yakni, jiwa juang ‘45, jiwa yang ingin bebas dari belenggu penjajahan, belenggu ketertindasan, belenggu kemiskinan, belenggu kebodohan dan keterbelakangan.

“Semangat juang ‘45, semangat yang menyala - nyala berjuang tanpa pamrih, dengan didasari semangat gotong royong, solidaritas, kebersamaan, persaudaraan, saling tolong menolong, saling menghormati, saling menghargai, tepo seliro, saling mengayomi, saling asah, asih dan asuh, mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, untuk mencapai tujuan bersama Bangsa Indonesia," ungkapnya.

Kemudian cita cita juang ‘45 adalah, cita cita bangsa Indonesia untuk sejajar dengan bangsa lain di dunia. Menjadi bangsa yang berdaulat, maju, sejahtera, adil makmur, mandiri dan bermartabat.

“Nilai juang ‘45 adalah nilai nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan UUD 1945, yang wajib menjadi pedoman dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai terwujudnya cita cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945," katanya.

Lalu, pusaka juang ‘45 adalah, pusaka juang yang telah diwariskan para pahlawan bangsa yaitu, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan berdaulat berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Sebagai pewaris dan penerus patriot bangsa dan sebagai putra putri dari pejuang sapta marga dan tribrata, keluarga besar FKPPI dimanapun berada wajib menjadi garda terdepan dalam menghadapi setiap ancaman yang akan membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan menjadi stabilisator, dinamisator, menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa didalam kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara, serta menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan berdaulat berlandaskan Pancasila dan UUD 1945," ungkapnya. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …