65 ASN terkena sanksi sedang hingga berat

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Jakarta - Sebanyak 65 aparatur sipil negara (ASN) diberikan sanksi baik berat maupun sedang. Sanksi diberikan untuk memberi efek jera bagi ASN yang bandel dan tidak sejalan dengan semangat organisasi.

Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam konferensi pers soal penjabaran pencapaian akhir tahun kementerian dalam negeri salah satunya terkait pembinaan ASN dan pengelolaan anggaran, di Jakarta, rabu (26/12/2018).

“Kemendagri terus berbenah, salah satunya dengan penghematan anggaran dan penertiban ASN yang bandel," kata Tjahjo.

Menurut data Kemendagri, selama 4 Tahun berjalannya Kemendagri, sudah banyak hal dari berbagai bidang yang dihemat. Pencapaian penyerapan anggaran juga terus meningkat dengan progres mencapai 91,42 %

“Penyerapan anggaran terus meningkat, ini bukti ASN kemendagri yang semakin professional dalam efektifitas pengelolaan anggaran," ujar Tjahjo.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo menjelaskan, Kemendagri secara tegas telah menertibkan ASN yang dinilai “bandel”.

Hadi berpesan kepada seluruh ASN di lingkungan Kemendagri untuk terus bersemangat menyelesaikan berbagai target menteri dalam negeri sesuai rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) (2015-2019) yang merupakan penjabaran atas visi – misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Mari kita tuntaskan bersama target Bapak Mendagri yang belum tercapai, kita selesaikan RPJMN yang merupakan penjabaran visi misi bapak presiden dan wakil presiden dengan sebuah prestasi," ungkapnya. (rls)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed