Ditjen Dukcapil laporkan terduga pelaku penjualan blanko KTP-el ke Polda Metro Jaya


Jakarta – Direktur jenderal kependudukan dan catatan sipil kementerian dalam negeri (kemendagri), Zudan Arif Fakrullah memberikan penjelasan terkait terjadinya praktik perbuatan pidana penjualan blanko KTP-el  melalui online.

Dimana kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian dan pelaku yang menjual melalui online sudah teridentifikasi semuanya sampai dengan nomor rekening dan nama pemilik rekeningnya.

“Saya sudah berkomunikasi dengan penjual tersebut yang bernama NIN melalui telepon dan sudah mengakui menjual 10 keping blanko yang diambil dari ruangan ayahnya. Ayahnya dulu kepala dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang. Saya sudah menugaskan Kadis Dukcapil Provinsi Lampung dan Ketua Forum Dukcapil Provinsi Lampung ke rumah penjual tersebut untuk benar-benar  bisa mendalami motif dan modusnya,” ungkapnya.

Zudan juga berharap dengan telah tertanganinya persoalan ini, maka tidak lagi menjadi isu dan pemberitaan sehingga tidak menimbulkan pemberitaan yang simpang siur dan membuat opini yang tidak benar di masyarakat terkait permasalahan ini.

“Selanjutnya nama-nama dari pelaku penjualan blanko KTP-el tersebut diserahkan pada pihak Kepolisian,” ucapnya.

Secara kronologis, sejak senin (3/12/2018), pihak Ditjen Dukcapil mendapat informasi hal ini dari rekan - rekan wartawan Kompas. Sehingga Ditjen Dukcapil Kemendagri bergerak cepat langsung ke lapangan dan melacaknya.

Lalu pada selasa (4/12/2018), Ditjen Dukcapil langsung melaporkan ke Polda Metro Jaya dan melakukan rapat dengan perusahaan pencetak blanko serta berkoordinasi dengan pihak salah satu penjual online tempat mengunggah penjualan blanko secara online.

Sehari berikutnya tepatnya rabu (5/12/2018), jajaran Ditjen Dukcapil segera menggelar rapat dengan salah satu penjualan online untuk mendapatkan data pelaku. Data awal sudah didapatkan dan langsung dicek ke data base kependudukan.

Zudan juga menyampaikan tindaklanjut temuan data dari pelaku.

“Dari kemarin sore dan pagi ini Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Lampung dan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang bergerak ke rumah yang menawarkan blanko tersebut,” ujarnya.

Pada prinsipnya setiap blanko KTP-el ada chip dan ada nomor serinya, sehingga bisa dilacak dengan mudah.

Zudan menegaskan, siapapun dan pihak manapun yang melakukan perbuatan menawarkan dan menjual belikan blanko dokumen negara adalah kejahatan yang harus ditanggulangi bersama.

“Pihak penjual online kami perintahkan untuk melakukan take down penawaran tersebut dan sudah dilakukan kemarin hari rabu (5/12/2018)," pungkasnya. (rls)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog