Langsung ke konten utama

Himbauan Mendagri semata - mata bentuk kepedulian terhadap lingkungan

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kembali menegaskan, menghimbau jajarannya, baik di lingkungan kerja kemendagri maupun Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) untuk tidak menggunakan bahan plastik khususnya yang digunakan untuk tas, kemasan air minum dan makanan.

Hal tersebut Ia tegaskan kembali melalui pesan singkatnya, selasa (4/12/2018)

“Himbauan bagi segenap pegawai di lingkungan kerja kemendagri dan BNPP untuk tidak menggunakan bahan plastik khususnya untuk tas, kemasan minuman dan makanan," ungkapnya.

Tjahjo juga menambahkan, secara lebih jelas lagi terkait himbauannya bahwa “minum air mineral merk apapun silahkan, asal memakai gelas atau cangkir yang tidak berbahan plastik, bisa bahan kaca, keramik, kayu, atau Kertas," ungkapnya.

Sifatnya kata Tjahjo, seperti himbauan mulai dari internal kemendagri dan BNPP karena masalah sampah plastik sudah pada tahap yang mengkhawatirkan bagi lingkungan," ujarnya.

Ia juga sampaikan, himbauan ini tidak ada sanksinya bagi jajarannya yang tidak mengindahkan himbauannya, tetapi hal ini harus diperhatikan dan diimplementasikan dalam setiap acara rapat, pertemuan dan kegiatan apapun untuk tidak menggunakan kemasan berbahan plastik.

Gerakan kampanye mengurangi sampah plastik, seperti himbauan Mendagri Tjahjo ini lebih efektif dengan contoh keteladanan perilaku kebiasaan sehari – hari. Sehingga bisa menularkan kebiasaan tidak menggunakan kemasan berbahan plastik mulai dari lingkungan terkecil sampai lingkungan masyarakat yang lebih besar.

HarapanTjahjo lebih jauhnya lagi, agar himbauannya ini diterapkan juga oleh jajaran kemendagri dan BNPP mulai dari pimpinan sampai staf  dalam lingkungan keluarga di rumahnya masing – masing," pungkasnya. (rls)

Berita Populer

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Danpomal Lampung Minta Prajurit Profesional

BANDARLAMPUNG- Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Danpomal) Lampung, Mayor Laut (PM) Prasetyo Bekti meminta prajurit bertugas independen dan profesional.

Permintaan Prasetyo Bekti itu dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) Ke-73 Pomal Lampung di Gedung C, PKOR Wayhalim, Bandarlampung, minggu (24/2) pagi.

Soal HUT Pomal, Prasetyo Bekti menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari perayaan HUT Pomal ke-73.

"Acara diawali olah raga bersama, yaitu senam bersama, setelah itu jalan sehat, kemudian dirangkai dengan kegiatan donor darah, sebagai wujud membantu rekan-rekan kita yang mungkin membutuhkan, dan terakhir ialah pengundian kupon jalan sehat," jelasnya.

Prasetyo memaparkan, untuk hadiah jalan sehat sendiri sebanyak 156 item, dengan hadiah utama 10 sepeda.

"Pomal kian bisa bertugas dengan sebaik-baiknya. Khususnya di Lampung, Lanal di Lampung mengelola ribuan prajurit, ada Brigade-4 Marinir, ada 2 Batalyon, ada Prokimal, dan lanal itu sendiri," kata…