Langsung ke konten utama

DPRD Belum Keluarkan Rekomendasi Penghentian Sementara Pembangunan Grand Mercure

Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Bandarlampung dengan PT. Istana  Lampung Raya (ILR), PT Wijaya Kusuma Contraktor (WKC), dan dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pemukiman dan Perumahaan, di ruang Lobby DPRD, Rabu (23/1/2019). Foto: Benny Setiawan.

BANDARLAMPUNG - DPRD Bandarlampung belum mengeluarkan surat rekomendasi penghentian sementara pembangunan Hotel Grand Mercure yang terletak di Jalan Raden Intan, Bandarlampung. 

Hal ini ditegaskan Sekretaris Kota Bandarlampung, Badri Tamam. Menurutnya, pihaknya belum menerima surat rekomendasi penghentian sementara pembangunan Grand Mercure dari DPRD Bandarlampung.

“Karena belum ada surat dari DPRD, maka pembangunan Grand Mercure belum bisa dihentikan,” katanya.

Kendati demikian, kata Badri, ia mengimbau kepada manajemen Grand Mercure untuk melaksanakan hasil kesepakatan bersama saat rapat dengar pendapat dengan DPRD rabu (23/1).

“Grand Mercure harus melaksanakan kesepakatan rapat. Misalnya tentang K3 harus segera dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi pekerjanya sendiri, lingkungan sekitar, juga masyarakat,” kata Badri, saat ditemui di jumat (25/1), seperti dilansir radarlampung.co.id.

Ia juga mengaku meminta manajeman Grand Mercure segera melengkapi K3.

“Saya contohkan jaring yang berada di sekitar bangunan harus lebih kuat agar kalaupun ada jatuhan benda dari proyek dapat menyangkut dan tidak sampai mengenai bangunan atau masyarakat yang ada di sekitarnya,” tukasnya.

Komisi III DPRD Bandarlampung mengakui belum mengirimkan surat rekomendasi penghentian sementara pembangunan Grand Mercure ke Pemkot Bandarlampung, hingga Kamis (24/1).

Menurut angggota Komisi III DPRD Bandarlampung, Yuhadi, surat rekomendasi tersebut akan dikirim jumat (25/1).

“Memang belum dikirim, jumat baru akan kita kirim,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Bandarlampung dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) sepakat merekomendasikan penghentian sementara aktifitas PT. Wijaya Kusuma Contraktor (WKC), pelaksana pembangunan Hotel Grand Mercure.

Kesepakatan penghentian sementara itu berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Bandarlampung dengan PT. Istana  Lampung Raya (ILR), PT Wijaya Kusuma Contraktor (WKC), dan dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pemukiman dan Perumahaan, di ruang Lobby DPRD, Rabu (23/1/2019).

Pimpinan RDP, Agusman Arief mengatakan, penghentian sementara pembangunan hotel tersebut berdasarkan hasil rapat dan pandangan anggota komisi III dan Dinas PU dengan tujuan keselamatan.

“Berdasarkan pandangan anggota, Dinas PU, keterangan pihak WKC dan Honda (PT. ILR), kami sepakat  rekomendasi untuk menghentikan sementara pembangunan sambil menunggu WKC bisa menjamin dan menyelesaikan K3,” jelas Agusman dalam rapat itu.

Rapat sempat panas karena  sejumlah anggota Komisi III geram atas pernyataan pihak WKC yang diwakili Hendy dan Djuhaedi yang mengakui, bahwa insiden jatuhnya material ke bangunan PT ILR karena kelalaian, meski sudah berulang kali.

“Kalau itu sudah sering artinya bukan lagi lalai melainkan itu sudah niat. Bayangkan kalau besi pajang empat meter jatuh nimpa manusia. Jadi, kita minta hentikan dulu pembangunanya sampai teknis keselamatan kerjanya diperhatikan,” kata Anggota Komisi III, Dedi Yuginta.

Anggota Komisi III Yuhadi juga sempat berang. Dia mempertanyakan sikap Kepala Dinas Perumahaan dan Pemukiman, Yustam effendi, yang menolak untuk menghentikan pembangunan proyek. Ini karena akan mengkaji dan rapat terlebih dahulu.

“Kalau dinas pemukiman tak ingin hentikan itu ada apa, justru jadi pertanyaan saya, yang kita pikirkan faktor keselamatan dulu, kalau harus rapat-rapat dulu, keburu orang mati, ini kan sudah ada kejadian dan berulang kali,” ujar Yuhadi.

Sementara Kabid Cipta Karya Dinas PU, Supardi sependapat dengan sikap DPRD untuk menghentikan pembangunan  tersebut. Alasannya, keselamatan, dan pembangunan bisa dilanjutkan jika WKC bisa menjamin keselamatan.

“Kita sependapat hentikan dulu, sudah berulang-ulang kali, bahaya sekali, kalau dilanjutkan. Apalagi bangunan itu bertingkat-tingkat riskan, tolong WKC perhatikan pengawasannya, kenapa kunci berat tujuh kilo bisa jatuh gak mungkin ditiup angin. Jika memang salah bukan saja dihentikan tapi bisa izinnya dicabut,” kata Supardi.

Sementera, Ali, perwakilan pemilik bangunan Hotel Grand Mercure mengaku sedih dan menangis dengan kejadian tersebut. Dia mengaku pihaknya sudah berinvestasi untuk Lampung dan tidak ada niat mencelakakan atau membuat kecelakaan kerja.

“Saya mau nangis, kami ini sudah investasi, tak ada niat melakukan itu, dan pihak WKC ini sudah berpengalaman bangun gedung termasuk Novotel. Kami akan penuhi ketentuan K3 itu,” kata Ali.

Dalam rapat pihak PT ILR diwakili Direktur Stephanie, kuasa hukum Rahmand Kholid dan karyawan dealer honda jadi saksi jatuhnya sejumlah material bangunan hotel yang menimpa ruangan dealer Honda. Bahkan pihak Honda membawa sejumlah barang bukti material yang jatuh diantaranya besi hollow empat meter, kunci pas, dan barangbukti foto-foto.

* Polda Periksa Saksi

Direktur Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Bobby Marpaung mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait laporan PT. ILR ke Polda Lampung.

“Kita sudah periksa beberapa saksi, termasuk turun langsung ke lapangan. Sementara kasus ini masih dalam penyelidikan,” kata Bobby Marpaung, Rabu (23/1). (*/ben)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…