Langsung ke konten utama

Ridho Promosi Wisata Lampung di Italia


Foto: ist.

BANDARLAMPUNG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berpartisipasi pada “La Borza Internazionale Del Turismo” (BIT Milano) selama tiga hari mulai 10 – 12 Februari di Milan, Italia.
Gubernur Lampung Ridho Ficardo turut mendampingi mendampingi Duta Besar Indonesia di Italia Esti Andayani ketika membuka acara tersebut.

Menurut Ridho, keikutsertaan Lampung di BIT Milano akan mampu menyumbang target 300 ribu kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Lampung. BIT Milano merupakan pameran pariwisata terbesar di Italia yang telah rutin diselenggarakan sejak tahun 1980.

Seperti diketahui, target 250 ribu wisatawan mancanegara pada tahun 2017 lalu, mampu Provinsi Lampung lewati dengan realisasi jumlah wisman sebesar 274.742 wisman.

Kunjungan wisman ke Provinsi Lampung terbesar adalah mengunjungi Pesisir Barat dengan pesona ombak selancar nya, sehingga pemerintah juga mendorong agar penerbangan minimal pesawat jenis ATR menuju bandara Taufik Kiemas segera terealisasi.

"Targetnya dengan terbukanya akses ke Pesisir Barat, maka akan semakin menarik wisatwan mengunjungi Lampung,” ujar Gubernur.

Promosi wisata di BIT Milano, menurut ia, akan sangat efektif karena Lampung bukan salah satu dari 10 destinasi unggulan yang ditetapkan Kemenpar. Namun Lampung harus mampu memposisikan diri dan menarik kesempatan serta membuka peluang agar mampu menjadi destinasi tujuan wisman.

"Untuk itu, ikutserta dalam pameran bertaraf internasional secara kontinyu harus kita lakukan," ujar Ridho

Selain itu, Pemerintah juga menargetkan melakukan promosi efektif. Gubernur siap menerapkan program yang mengikuti setiap promosi oleh Provinsi Bali.

"Targetnya, wisatawan telah mengunjungi Bali akan mendatangi Lampung. Sehingga ke depan harapannya kunjungan wisman ke Lampung akan menyaingi Lombok. Promosi itu akan sangat efektif karena akan segera dibuka penerbangan Bali-Lampung-Singapura," ucapnya. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …