Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Gubernur Resmikan RSUDAM sebagai Rumah Sakit Kelas A


Bandarlampung - Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo meresmikan rumah sakit umum daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung sebagai rumah sakit kelas A. Peresmian dilakukan di halaman gedung instalasi gawat darurat RSUDAM, Bandarlampung, rabu (15/5).

Adapun peresmian dilakukan berdasarkan surat keputusan yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI No: HK. 02.02/1/187S/2019 tentang izin operasional RSUDAM Lampung sebagai RSU Kelas A yang dikeluarkan pada 13 Mei 2019.

Gubernur Ridho mengatakan, bahwa diraihnya predikat sebagai rumah sakit Kelas A adalah hal yang sangat membanggakan dan diluar dugaan.

"Saya ingat waktu itu tahun 2016, saya melakukan kunjungan di RSUDAM dan bertanya apa saja yang dibutuhkan untuk menjadikan rumah sakit ini menjadi rumah sakit tipe B pendidikan, semua saya penuhi. Ternyata hari ini justru memperoleh predikat sebagai rumah sakit kelas A. Sungguh di luar harapan saya, beyond expectation. Oleh karenanya saya merasa sangat bangga dengan RSUDAM," papar Gubernur Ridho.

Namun demikian Gubernur Ridho juga menyatakan, dipenuhinya semua kebutuhan RSUDAM bukan tanpa syarat,

"Berapapun anggarannya saya penuhi, dengan syarat kualitas pelayanan serta sumber daya manusianya harus ditingkatkan. Karena apa? Karena RSUDAM adalah benteng terakhir kesehatan, dan mukanya gubernur Lampung di bidang kesehatan. Namun demikian terlepas dari itu semua, saya bangga dengan kalian semua, kebanggaan kita semua, bagian dari sejarah Provinsi Lampung," pungkas Gubernur

Selain meresmikan RSUDAM sebagai rumah sakit Kelas A, Gubernur Ridho juga menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian pembangunan gedung rawat inap kelas 1, gedung instalasi ambulance dan kesehatan lingkungan, gedung SMF anestesi, gedung CSSD (Central Steril Supply Departement), dan gedung IGD yang dibangun pada 2018 dan telah dioperasionalkan.

Kemudian, gubenur juga menandatangani prasasti peletakan batu pertama untuk pembangunan Mahan Munyai B, Gedung Forensik, gedung rawat pelayanan paru, gedung pelayanan non bedah, gedung pelayanan penyakit syaraf, dan Pembangunan gedung fakultas kedokteran Universitas Lampung.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan, dr H. M. Subuh MPPM mewakili Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengatakan, dari 2.270 rumah sakit di Indonesia, hanya kurang dari 5% yang memiliki status kelas A, dan RSUDAM ini adalah rumah sakit Kelas A kedua di Sumatera setalah Medan, Sumatera Utara.

"Dengan predikatnya sebagai Rumah Sakit Kelas A, saya yakin RSUDAM dapat memberikan pelayanan yang terbaik, bukan hanya untuk masyarakat Lampung, tapi juga untuk masyarakat di luar Lampung," ujarnya

"Tentu saja ini merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan, dan tentu orang akan ingat, bahwa RSUDAM dapat menjadi seperti ini berkat dukungan Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo," Lanjutnya.

Direktur Utama RSUDAM, Hery Djoko Subandriyo juga turut mengucap rasa syukur serta terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo yang telah begitu besar memberikan dukungan terhadap bidang kesehatan.

"Total ada sekitar Rp650 miliar anggaran yang telah digelontorkan pak gubernur untuk pembangunan gedung dan peralatan kesehatan. Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang profesional dan terpadu," pungkasnya

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan oleh gubernur Lampung kepada anak-anak yatim piatu, dan buka bersama. (*)

Berita Populer

Mendagri Keluarkan Surat Edaran untuk Gubernur, Bupati dan Walikota

Jakarta - Sehubungan dengan persiapan penyelenggaraan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020, Kemendagri telah mengeluarkan Surat Edaran Mendagri tentang Persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal itu dipaparkan Mendagri Prof. H.M. Tito Karnavian dalam Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Surat Edaran tersebut meminta kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar saling berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, membentuk Posko Pemantauan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang bertugas untuk mengkoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan, memonitor persiapan dan pelaksanaan pada saat menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait, Kementerian/Lembaga, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia;

Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat menjelang persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 melalui upaya:

a. Peningkatan Kesiapan Sarana dan P…

Reses Dedi Yuginta, Surono Minta Jumlah Guru Ngaji Didata Lagi

Bandarlampung - Surono, warga Kebon Jeruk meminta agar jumlah guru ngaji di wilayahnya didata kembali. Ini lantaran disinyalir adanya guru ngaji yang sudah tidak aktif mengajar lagi, namun masih mendapat bantuan dari walikota Bandarlampung.

Hal ini disampaikan Surono saat menghadiri reses anggota DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta, kamis (12/12).


Menurutnya, diduga ada guru ngaji yang sudah tidak aktif tapi masih menerima bantuan dari walikota Bandarlampung.

"Supaya tidak terjadi tumpang tindih terkait jumlah guru ngaji yang ada, saya minta jumlah guru ngaji untuk didata ulang. Karena disinyalir ada yang sudah nggak aktif lagi tapi masih terima bantuan dari walikota," ujarnya.

Selain terkait mendata ulang jumlah guru ngaji, pada kesempatan tersebut ia juga minta agar honor ketua RT ditambah lagi.

"Kalau bisa honor ketua RT ditambah lagi, kalau bisa honornya menjadi dua juta rupiah," pintanya.

Hal berbeda disampaikan Lia. Warga Kota Baru ini mengusulkan perbaikan goro…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…