Langsung ke konten utama

Sekjen Kemendagri Lantik Pejabat Eselon II, III dan IV Kemendagri dan BNPP serta Pejabat Struktural Akademik IPDN


Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (kemendagri), Hadi Prabowo melantik pejabat struktural akademik institut pemerintah dalam negeri (IPDN), pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, dan widyaiswara di lingkungan kemendagri dan BNPP di ruang sasana bakti praja, gedung C lantai 3, kantor pusat kemendagri, Jl. Medan Merdeka Utara Nomor 7, Gambir, Jakarta Pusat, selasa (28/5).

Setelah didahului pembacaan surat keputusan menteri dalam negeri (mendagri), prosesi pelantikan dilanjutkan pembacaan sumpah pelantikan yang dipimpin Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo didampingi Rohaniawan, dan dilanjutkan pembacaan kata-kata pelantikan.

"Saya sekretaris jenderal atas nama mendagri, dengan ini melantik saudara di jabatan yang baru di lingkungan kemendagri dan BNPP. Saya percaya saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggungjawab yang diberikan," kata Hadi.

Menurut Hadi, pergantian maupun mutasi di lingkungan organisasi sangat lumrah terjadi sebagai bentuk penyegaran untuk lebih mengembangkan kapasitas diri

"Pergeseran, pergantian, mutasi dalam jabatan dalam bingkai organisasi adalah hal yang wajar dan biasa.
Pertama, penyegaran, kemudian pengembangan kapasitas diri dan kemampuan, serta menghindari kejenuhan. Kami harap para pejabat struktural senantiasa dievaluasi dalam pelaksanaan kinerjanya. Sehingga manakala  ada yang tidak pas, silahkan melaporkan ke sekjen untuk mengusulkan diadakan perubahan dan penyempurnaan," papar Hadi.

Dalam kesempatan yang sama Hadi juga berpesan untuk senantiasa melakukan inovasi dan meningkatkan kepekaan di lingkungan organisasi untuk menghadapi dinamika masa kini.

"Kami ingatkan dalam melaksanakan tugas, pahami visi-misi organisasi. Ini penting jangan sampai terjebak pada rutinitas dan tidak sesuai dengan perkembangan saat ini. Sangat penting diperlukan  adanya inovasi, kreasi dan kepekaan, responsif terhadap dinamika sangat diperlukan," pungkasnya. (*)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…