Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

12 Pekerjaan Rumah Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi Versi Akademisi, dan Harapan Warganya

Yusdianto.

setialampung - Akademisi Universitas Lampung, Yusdianto menilai banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan Arinal Djunaidi - Chusnunia Chalim setelah dilantik menjadi gubernur dan waki gubernur Lampung periode 2019 - 2024.

Menurut Yusdianto, diantaranya ada 12 pekerjaan rumah yang menanti penyelesaian gubernur Lampung periode 2019 - 2024 ini. Yusdianto mengungkapkan, pekerjaan rumah yang pertama yaitu terkait infrastruktur yang berbasis kebutuhan masyarakat dalam mendorong conectivitas tol darat, laut dan udara.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, kebutuhan dan ketersediaan energi listrik 2030.

Ketiga, harmonisasi pembangunan pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang terintegrasi mengingat APBN/APBD di Lampung terbatas.

Keempat, harmonisasi antara gubernur beserta perangkatnya dengan DPRD Lampung. Mengingat pelantikan gubernur terpilih masih menyisakan pansus politik uang pilgub. Kelima, pendidikan, kesehatan dan penguatan mental masyarakat. Lalu yang keenam, pengembangan sektor pertanian dan kelautan yang belum maksimal digarap.

Kemudian yang ketujuh, menghadapi perubahan iklim dan pariwisata Lampung yang terintegrasi. Kedelapan, mendorong investasi daerah berupa peningkatan industri, koperasi dan UMKM.

Selanjutnya, pekerjaan rumah gubernur yang kesembilan yaitu normalisasi birokrasi dan pengaturan ASN. Kesepuluh, komitmen kamtibmas, menyelesaikan masalah begal, narkoba dan kriminalitas yang kian meningkat. Kesebelas, penyelesaian konflik pertanahan, kehutanan dan lingkungan hidup. Dan pekerjaan rumah gubernur yang kedua belas yaitu pembangunan Lampung yang basis sprite local wisdom.

Sementara, Handi Mulyaningsih mengatakan, tentu menjadi harapan semua pihak, jalan bagus, pendidikan murah, sehat, tidak ada  pengangguran , usia harapan hidup tinggi, angka kematian bayi dan ibu melahirkan rendah, dan perekonomian maju.

"Ke depan, korupsi harus zero. Agar Lampung sejahtera. Untuk itu pak gub harus punya team pembangunan yang kuat dan visioner," ujarnya. (ben)

Berita Populer

Mendagri Keluarkan Surat Edaran untuk Gubernur, Bupati dan Walikota

Jakarta - Sehubungan dengan persiapan penyelenggaraan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020, Kemendagri telah mengeluarkan Surat Edaran Mendagri tentang Persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal itu dipaparkan Mendagri Prof. H.M. Tito Karnavian dalam Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Surat Edaran tersebut meminta kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar saling berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, membentuk Posko Pemantauan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang bertugas untuk mengkoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan, memonitor persiapan dan pelaksanaan pada saat menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait, Kementerian/Lembaga, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia;

Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat menjelang persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 melalui upaya:

a. Peningkatan Kesiapan Sarana dan P…

Reses Dedi Yuginta, Surono Minta Jumlah Guru Ngaji Didata Lagi

Bandarlampung - Surono, warga Kebon Jeruk meminta agar jumlah guru ngaji di wilayahnya didata kembali. Ini lantaran disinyalir adanya guru ngaji yang sudah tidak aktif mengajar lagi, namun masih mendapat bantuan dari walikota Bandarlampung.

Hal ini disampaikan Surono saat menghadiri reses anggota DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta, kamis (12/12).


Menurutnya, diduga ada guru ngaji yang sudah tidak aktif tapi masih menerima bantuan dari walikota Bandarlampung.

"Supaya tidak terjadi tumpang tindih terkait jumlah guru ngaji yang ada, saya minta jumlah guru ngaji untuk didata ulang. Karena disinyalir ada yang sudah nggak aktif lagi tapi masih terima bantuan dari walikota," ujarnya.

Selain terkait mendata ulang jumlah guru ngaji, pada kesempatan tersebut ia juga minta agar honor ketua RT ditambah lagi.

"Kalau bisa honor ketua RT ditambah lagi, kalau bisa honornya menjadi dua juta rupiah," pintanya.

Hal berbeda disampaikan Lia. Warga Kota Baru ini mengusulkan perbaikan goro…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…