Langsung ke konten utama

Oking Pastikan Tak Maju Calon Ketua DPC PDIP Pesisir Barat

ist.

setialampung.co.id - DPC PDIP Pesisir Barat akan melaksanakan rapat kerja cabang (rakercab), minggu (30/6). Ketua DPC PDIP Pesisir Barat periode 2015 - 2020, Oking Ganda Miharja memastikan tidak akan mencalonkan diri kembali menjadi ketua DPC PDIP Pesisir Barat periode 2019 – 2024 pada rakercab DPC PDIP Pesisir Barat.

Kepastian ini disampaikan Oking disela-sela rapat kerja daerah (rakerda) DPD PDIP Lampung yang dilaksanakan di Hotel Sheraton Bandarlampung, kamis (27/6).

“Pertama jawaban saya terkait ketua DPC, saya pastikan kalau saya tidak mencalonkan diri lagi untuk menjadi ketua DPC,” tegas Oking.

Oleh karena itu, ia berharap ada regenerasi kepemimpinan selepas dirinya tidak mencalonkan kembali menjadi ketua DPC PDIP Pesisir Barat.

“Ketika saya tidak mencalonkan lagi menjadi ketua DPC, pakemnya harusnya yang naik adalah sekretaris atau bendahara. Tapi tinggal sekretaris atau bendaharanya mau atau tidak. Tapi bisa saja dari pengurus harian yang lain atau kita mengambil kader internal dari luar daerah, seperti sekarang mencuat nama Elti Yunani yang tercatat sebagai kader PDIP Lampung Barat sejak tahun 2007,” paparnya.

Lepas dari ketua DPC, Oking menyatakan legowo dan menyerahkan sepenuhnya kepada partai terkait posisinya di PDIP.

“Jadi apakah nanti saya masuk kepengurusan DPD atau DPP di badan atau sayap partai, nanti itu terserah partai. Yang pasti saya memberi tahu kepada teman-teman bahwa di Pileg 2014 saat menerima sebagai ketua DPC meraih 5 kursi dari 25 Kursi. Saya kembalikan dengan 5 kursi juga di Pileg 2019, dengan perolehan suara yang tadinya 15.500 menjadi 16.018 suara dari sekitar 80.000 pemilih yang datang ke TPS. Artinya ada penambahan, meski kita bersaing sengit dengan partainya bupati Pesisir Barat. Kemudian Pilpres, saya terima pak Jokowi - JK saat itu menang, saat ini juga menang Jokowi - Ma’ruf,” ungkapnya.

Soal pilkada Pesisir Barat, Oking memastikan PDIP dengan perolehan 5 kursinya dan bisa memunculkan calon sendiri akan mengusung kader internal.

“Berdasarkan peraturan partai nomor 4 tahun 2015 bisa mencalonkan kader sendiri untuk jadi calon bupati. Tetapi nantikan tentu akan kita buka penjaringan,” kata dia.

Dirinya juga memaparkan tiga barometer yang menjadi pedoman partai untuk mengusung calon dalam pilkada Pesisir Barat.

“Pertama hasil survei, kesiapan logistik pemenangan, dan soliditas partai,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait apakah dirinya akan mencalonkan kembali pada pilkada Pesisir Barat 2020, Oking menyerahkan sepenuhnya kepada partai.

“Nantikan ada mekanismenya sendiri. Yang pasti saat ini saya tidak mencalonkan menjadi ketua DPC,” tukasnya. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)