Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

35 Lulusan IPDN Ditempatkan di Lampung


setialampung.co.id - Bertempat di Kampus IPDN Kampus Cilandak, Jakarta Timur, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo resmi melepas lulusan IPDN angkatan XXV untuk menempati penugasan barunya di seluruh nusantara.

“Semoga lulusan IPDN angkatan XXV mampu menjadi ASN perekat bangsa di seluruh wilayah Indonesia”, kata Hadi, selasa (30/7).

Menurut data Biro kepegawaian setjen kemendagri, dari total 1.457 lulusan IPDN angkatan XXV tahun 2018, sebanyak 1.257 lulusan akan ditempatkan di lintas provinsi dan 200 sisanya akan ditempatkan di instansi pusat.

Berikut daftar penempatan di provinsi seluruh Indonesia :
1. Aceh : 54
2. Sumatera Utara : 77
3. Sumatera Barat : 48
4. Kepulauan Riau : 24
5. Riau : 29
6. Kepulauan Bangka Belitung : 18
7. Sumatera Selatan : 41
8. Bengkulu : 24
9. Jambi : 27
10. Lampung : 35
11. Banten : 27
12. D.K.I Jakarta : 21
13. Jawa Barat : 66
14. Jawa Tengah : 79
15. D.I. Yogyakarta : 18
16. Jawa Timur : 88
17. Bali : 30
18. Kalimantan Barat : 33
19. Kalimantan Tengah : 32
20. Kalimantan Selatan : 31
21. Kalimantan Utara : 14
22. Kalimantan Timur : 33
23. Sulawesi Utara : 37
24. Gorontalo : 16
25. Sulawesi Tengah : 30
26. Sulawesi Tenggara : 39
27. Sulawesi Barat : 15
28. Sulawesi Selatan : 54
29. NTB : 25
30. NTT : 48
31. Maluku : 27
32. Maluku Utara : 25
33. Papua Barat : 30
34. Papua : 62

Hadi menjelaskan, penempatan ini sesuai permendagri nomor 34 tahun 2019 tentang penempatan tugas lulusan institut pemerintahan dalam negeri.

“Lulusan IPDN akan melaksanakan orientasi penugasan terhitung 1 Agustus 2019 dan akan dialihkan jenis kepegawaiannya dari pegawai negeri sipil kementerian dalam negeri menjadi pegawai negeri sipil daerah tempat penugasan masing-masing terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Oktober 2019," jelas Hadi.

Kebijakan penempatan tugas ini dilakukan dalam rangka membantu pelaksanaan tugas pada pemerintah daerah untuk semakin fokus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara merata ke seluruh pelosok tanah air, sebagaimana telah dilakukan dalam bidang infrastruktur, karena sumber daya manusia memiliki peran penting. (*)

Berita Populer

Badri Tamam Nilai KPRI Handayani Koperasi Sehat

Bandarlampung - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandarlampung, Badri Tamam, menilai Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Handayani Dinas Pendidikan Bandar Lampung merupakan koperasi sehat, karena asetnya mencapai lebih sepuluh miliar.

"Semoga kedepan koperasi Handayani dapat lebih baik lagi," kata Badri Tamam dalam rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2018 KPRI Handayani Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, di Aula Dinas Pendidikan setempat, sabtu (9/3).

Menurut Badri Tamam, KPRI Handayani sangat bermanfaat para anggotanya. Salah satunya memberangkatkan umroh enam orang, membantu anggota dan masyarakat misalnya dalam rangka pengadaan sembako, termasuk juga simpan-pinjam.

Ketua KPRI Handayani Tatang Setiadi menjelaskan, RAT rutin tiap tahun ini merupakan salah satu amanah dari Undang-Undang Koperasi No.25 Tahun 1992. Koperasi harus setiap tahun melaporkan kegiatan tahunannya melalui RAT.

"Jadi kekuasaan tertinggi koperasi adalah RAT. Dalam rapat ini juga mengund…

Antoni Imam Ajak Mahasiswa Ikut Siapkan Peraturan Daerah

Bandarlampung - Di depan ratusan mahasiswa peserta seminar nasional legislatif 2019 di Politeknik Kesehatan Tanjung Karang, selasa (3/12), Anggota Komisi V DPRD Lampung, Antoni Imam mengajak agar disamping menuntaskan perkuliahan secara baik dengan nilai akademik yang baik, juga tak lupa jangan abai dengan kondisi sosial disekitar mereka.

“Sebagai _director of change_ atau pengendali perubahan, adik-adik mahasiswa punya tanggung jawab moral ikut memperbaiki kondisi sosial di sekitar. Jangan mengabaikan tugas mulia itu,” harap sekretaris fraksi PKS DPRD Lampung ini.

Mahasiswa sebagai suatu strata sosial yang dipercaya masyarakat harus ikut memberi pencerahan kepada mereka.

“Hari ini publik menaruh harapan besar kepada adik-adik mahasiswa. Salah satu tugas yang penting dilakukan adalah sebagai penyeimbang kebijakan baik di tingkat lokal/ daerah maupun nasional,” ungkap Antoni Imam.

Sebagai penyeimbang kebijakan, maka mahasiswa perlu menterjemahkannya secara sistemik.

“Jika ada peratura…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…