Langsung ke konten utama

Direktorat Narkoba Polda Lampung Amankan Senpi dari Tersangka Bandar Narkoba

Senpi yang diamankan polisi dari terduga bandar sabu.

setialampung.co.id - Tim unit 1 subdit 2 direktorat narkoba Polda Lampung, minggu (21/7), mengamankan terduga bandar narkotika jenis sabu berinisial HI (28) alias Minak Alam, di Desa Bungkuk, Kecamatan Warga Sekampung, Lampung Timur. Dari tangan residivis ini, polisi mengamankan satu pucuk senpi rakitan berikut tiga butir peluru aktif berukuran 9 mm.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Shobarmen mengatakan, selain tersangka HI, polisi juga mengamankan terduga penyalahgunaan narkoba lainnya berinisial BI dan UN.

Shobarmen menjelaskan, penangkapan ketiga tersangka ini berawal dari laporan masyarakat yang sangat resah adanya bandar narkoba di wilayah hukum Desa Bungkuk, Kecamatan Warga Sekampung, Lampung Timur berinisial HI.

"Setelah menerima laporan tersebut, tim unit 1 langsung melakukan penyelidikan di tempat tersebut dan benar adanya informasi tersebut. Lalu tim melakukan penggerebekan dan penggeledahan baik badan maupun di kediaman HI. Dari hasil tersebut, tim unit 1 mengamankan tiga pemuda yang diduga melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Selanjutnya semua tersangka dibawa ke direktorat reserse narkoba Polda Lampung untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," ungkap Shobarmen.

Dijelaskannya juga, barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka yaitu satu pucuk senpi rakitan jenis revolver berwarna putih (milik tersangka HI), dua bendel plastik klip berukuran kecil dan besar  pembungkus sabu, satu buah kotak putih tempat sabu, satu timbangan digital, tiga butir peluru senpi rakitan ukuran 9 mm aktif. Sembilan unit hp, satu buah alat hisap, dua buah jarum, dua buah korek, satu bungkus plastik klip ukuran besar berisikan sabu dan dua bungkus plastik klip ukuran kecil sisa pakai. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)