(OPINI): Lobi - Lobi Politik yang Mendidik Masyarakat


Lobi - Lobi Politik yang Mendidik Masyarakat

Oleh: Handi Mulyaningsih

Masih tercium aroma pemilu serentak 2019, dimana KPU belum lama menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih. Bahkan penetapan perolehan suara di provinsi dan bebetapa kabupaten kota di Lampung masih menunggu sidang di mahkamah konstitusi karena ada gugatan.

Namun berdasarkan UU no 10 tahun 2016 ada 8 kabupaten kota pilkada di 2020, yaitu Kota Bandar Lampung, Metro, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesisir Barat, Pesawaran, dan Way Kanan.

Oleh karena itu, geliat persiapan pilkadapun mulai terasa. Bagi KPU terkait penyiapan anggaran yang harus diajukan ke pemerintah. Dan bagi parpol, terkait dengan rekrutmen calon yang akan diusung sebagai bakal pasangan calon bupati wakil bupati serta walikota dan calon walikota.

Lobi-lobi politik dalam pilkada tentu saja menjadi media untuk menggali dan menyamakan visi misi.

Fungsi partai politik dalam rekrutmen calon kepala daerah ini idealnya dilakukan dengan membangun koalisi untuk pemenuhan jumlah kursi dalam mengusung bakal pasangan calon. Namun juga untuk menyamakan visi dan misi terkait pembangunan daerah. Dalam hal ini perlu diingat bahwa tujuan dibentuknya partai politik adalah untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara.

Kelebihan lain visi misi calon yang diusung akan sinergis dengan visi misi parpol pengusung. Ini akan membuat pilkada akan semakin berkualitas karena telah tersaring calon - calon yang bersinergi dengan visi misi parpol. Yang terpilihpun akan terkontrol parpol.

Mengedepankan lobi - lobi politik dalam hal tersebut akan menampakkan parpol dalam kedewasaan yang lebih serta membawa masyarakat pada diskursus yang lebih mendidik dibandingkan hanya pada membangun koalisi atas dasar matematika hitungan kursi. (*)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog