Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Rayakan HUT, AJI Bandar Lampung Beri Saidatul Fitriah-Kamaroeddin Award 2019


setialampung.co.id - Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung kembali menggelar pemberian penghargaan Saidatul Fitriah dan Kamaroeddin.

Penghargaan Saidatul Fitriah diberikan kepada jurnalis dengan karya jurnalistik yang berdampak positif terhadap kehidupan demokrasi. Sementara, Kamaroeddin diberikan kepada orang atau lembaga nonjurnalis yang konsisten memperjuangkan kebebasan pers, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM). Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi AJI.

“Penghargaan Saidatul Fitriah dan Kamaroeddin digelar sejak 2008. Hingga kini, terdapat beberapa orang dan lembaga yang menerima penghargaan tersebut,” kata Ketua Pelaksana HUT ke-25 AJI, Faiza Ukhti Annisa, dalam siaran persnya, jumat, (26/7).

Untuk persyaratan karya, jelasnya, peserta merupakan jurnalis media cetak, online, radio dan televisi. Mereka yang ingin berpartisipasi wajib mengirimkan karya jurnalistik yang telah dimuat di media masing-masing. Karya yang diterbitkan mulai Agustus 2018 hingga 17 Agustus 2019. Batas waktu pengiriman karya jurnalistik hingga 17 Agustus mendatang.

“Kami berharap, banyak jurnalis di Lampung mengirimkan karya terbaiknya. Terutama, jurnalis radio dan televisi. Melalui Saidatul Fitriah Award, AJI Bandarlampung ingin mendorong kemajuan jurnalisme di Bumi Ruwa Jurai,” ujarnya.

Faiza menambahkan, jurnalis yang ingin berpartisipasi harus mengirimkan bukti tayang karya (pdf), atau link berita dan tulisan dalam soft file (ms word). Pengiriman melalui email ke: awardsaidatul@gmail.com cc sekretajilpg@gmail.com.

“Pengiriman karya bisa diwakilkan perusahaan media, atau perorangan. Keputusan dewan juri mutlak dan tanpa diganggu gugat,” kata dia. (*)

Berita Populer

Mendagri Keluarkan Surat Edaran untuk Gubernur, Bupati dan Walikota

Jakarta - Sehubungan dengan persiapan penyelenggaraan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020, Kemendagri telah mengeluarkan Surat Edaran Mendagri tentang Persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal itu dipaparkan Mendagri Prof. H.M. Tito Karnavian dalam Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Surat Edaran tersebut meminta kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar saling berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, membentuk Posko Pemantauan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang bertugas untuk mengkoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan, memonitor persiapan dan pelaksanaan pada saat menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait, Kementerian/Lembaga, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia;

Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat menjelang persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 melalui upaya:

a. Peningkatan Kesiapan Sarana dan P…

Reses Dedi Yuginta, Surono Minta Jumlah Guru Ngaji Didata Lagi

Bandarlampung - Surono, warga Kebon Jeruk meminta agar jumlah guru ngaji di wilayahnya didata kembali. Ini lantaran disinyalir adanya guru ngaji yang sudah tidak aktif mengajar lagi, namun masih mendapat bantuan dari walikota Bandarlampung.

Hal ini disampaikan Surono saat menghadiri reses anggota DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta, kamis (12/12).


Menurutnya, diduga ada guru ngaji yang sudah tidak aktif tapi masih menerima bantuan dari walikota Bandarlampung.

"Supaya tidak terjadi tumpang tindih terkait jumlah guru ngaji yang ada, saya minta jumlah guru ngaji untuk didata ulang. Karena disinyalir ada yang sudah nggak aktif lagi tapi masih terima bantuan dari walikota," ujarnya.

Selain terkait mendata ulang jumlah guru ngaji, pada kesempatan tersebut ia juga minta agar honor ketua RT ditambah lagi.

"Kalau bisa honor ketua RT ditambah lagi, kalau bisa honornya menjadi dua juta rupiah," pintanya.

Hal berbeda disampaikan Lia. Warga Kota Baru ini mengusulkan perbaikan goro…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…