Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Tim Klarifikasi Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Turun ke Daerah



setialampung.co.id - Tim klarifikasi lapangan dalam rangka lomba desa dan kelurahan regional I dari direktorat jenderal bina pemerintah desa kementerian dalam negeri turun ke daerah untuk melakukan penilaian lomba desa tahun 2019. Penilaian dan klarifikasi dilakukan pada Desa Taram di Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat yang menjadi perwakilan provinsi untuk mengikuti lomba desa tingkat nasional.

Ketua Tim penilaian, Dervy Diana, selaku Kepala Sub Direktorat Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa Wilayah I pada Ditjen Pemdes Kemendagri yang mewakili Dirjen Pemdes mengatakan, kegiatan dilakukan untuk mengevaluasi tingkat perkembangan desa yang dilihat dalam tiga aspek, diantaranya aspek pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan sesuai Permendagri nomor 81 tahun 2015.

"Kegiatan dan lomba ini dimaksudkan untuk melihat sekaligus mengevaluasi perkembangan desa dari tiga aspek sesuai Permendagri," kata Dervy di Desa Taram, rabu (17/7).

Ia juga menekankan lima hal yang harus dipenuhi pemerintah desa dalam lomba tersebut, yaitu tata kelola pemerintahan desa yang ditentukan interaksi masyarakat desa melalui koreksi, saran, masukan, tanggapan (KSMT), Inovasi desa, pengembangan wilayah dan potensi unggulan desa, pemberdayaan dan peningkatan kapasitas modal manusia serta perekonomian melalui usaha khas desa di Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

"Ada beberapa hal yang harus ditekankan dalam penilaian seperti interaksi masyarakatnya seperti apa, pemberdayaan modal manusia dan usaha khas desa nya seperti apa, dan lain-lain," imbuhnya.
Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga atas usaha dan kerja keras dari berbagai pihak yang mempersiapkan penyambutan tim klarifikasi lapangan dalam rangka lomba desa dan kelurahan regional I. Diharapkan kegiatan ini akan menambah motivasi dan pengalaman serta pembelajaran selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi nagari, ditindaklanjuti dan diperbaiki dimasa mendatang.

"Kegiatan lomba desa merupakan agenda rutin setiap tahun dan Alhamdulillah pada tahun ini Desa Taram kembali berhasil memenangkan perlombaan desa tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2019 yang telah dilaksanakan pada April lalu dan juga telah ditetapkan sebagai juara 1 lomba desa dan kelurahan berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2019. Sekarang ini kembali kita hadiri dan saksikan bersama Nagari Taram kembali mengukir prestasi, menjadi catatan prestasi terbaik mewakili Kabupaten Lima Puluh Kota pada penilaian lomba desa dan kelurahan tingkat regional tahun 2019," ungkapnya.

Desa Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat merupakan juara desa tinggal regional. Dalam penilaian administrasi, desa tersebut dapat peringkat 5 besar dari 8 desa yang mengikuti lomba, dan persyaratan wajib dapat terpenuhi diantaranya profil desa nya inovasi dan keunggulannya serta potensi desanya.          

Desa Taram juga memiliki sejumlah potensi desa diantaranya Pasar Nagari Taram, Serai Wangi (Sereh Wangi), komoditi Peternakan Sapi Nagari Taram terbesar ke dua di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan populasi 1500 ekor, budidaya Jamur Tiram, serta Produk UMKM seperti Dendeng Taram, kacang Balado, rendang taram dan baluik taram.

Adapun Inovasi di bidang pemerintahan  yaitu adanya "PADAN” (Pelayanan Administrasi Terpadu Nagari), tertuang dalam Peraturan Nagari Nomor 57 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan, S-TUNA (Swadaya TUkang NAgari) dalam kegiatan Pembangunan Kelompok Tukang Nagari sesuai SK Wali Nagari Nomor 32 Tahun 2018 menyumbangkan tenaga mereka untuk bekerja selama satu hari dalam seminggu tanpa dibayar, dan lain sebagainya termasuk ada inovasi dalam aspek kewilayahan dan kemasyarakatan.

Sebagai juara satu di Provinsi Sumatera Barat, Desa Taram menjadi perwakilan provinsi untuk  mengikuti lomba desa tingkat nasional. (*)

Berita Populer

Mendagri Keluarkan Surat Edaran untuk Gubernur, Bupati dan Walikota

Jakarta - Sehubungan dengan persiapan penyelenggaraan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020, Kemendagri telah mengeluarkan Surat Edaran Mendagri tentang Persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal itu dipaparkan Mendagri Prof. H.M. Tito Karnavian dalam Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Surat Edaran tersebut meminta kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar saling berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, membentuk Posko Pemantauan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang bertugas untuk mengkoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan, memonitor persiapan dan pelaksanaan pada saat menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait, Kementerian/Lembaga, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia;

Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat menjelang persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 melalui upaya:

a. Peningkatan Kesiapan Sarana dan P…

Reses Dedi Yuginta, Surono Minta Jumlah Guru Ngaji Didata Lagi

Bandarlampung - Surono, warga Kebon Jeruk meminta agar jumlah guru ngaji di wilayahnya didata kembali. Ini lantaran disinyalir adanya guru ngaji yang sudah tidak aktif mengajar lagi, namun masih mendapat bantuan dari walikota Bandarlampung.

Hal ini disampaikan Surono saat menghadiri reses anggota DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta, kamis (12/12).


Menurutnya, diduga ada guru ngaji yang sudah tidak aktif tapi masih menerima bantuan dari walikota Bandarlampung.

"Supaya tidak terjadi tumpang tindih terkait jumlah guru ngaji yang ada, saya minta jumlah guru ngaji untuk didata ulang. Karena disinyalir ada yang sudah nggak aktif lagi tapi masih terima bantuan dari walikota," ujarnya.

Selain terkait mendata ulang jumlah guru ngaji, pada kesempatan tersebut ia juga minta agar honor ketua RT ditambah lagi.

"Kalau bisa honor ketua RT ditambah lagi, kalau bisa honornya menjadi dua juta rupiah," pintanya.

Hal berbeda disampaikan Lia. Warga Kota Baru ini mengusulkan perbaikan goro…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…