Langsung ke konten utama

Ini 85 Nama Anggota DPRD Provinsi Lampung

Ilustrasi.

setialampung.co.id - KPU Lampung menetapkan 85 caleg terpilih DPRD Lampung periode 2019 - 2024. Penetapan berdasarkan surat keputusan rapat pleno KPU Lampung nomor 316/PL.01.1-BA/03/Prov/VIII/2019.

Berikut 85 caleg terpilih pemenang pemilu 2019 yang ditetapkan KPU Lampung berdasarkan daerah pemilihan (Dapil):

Dapil 1 Kota Bandar Lampung

1. Eva Dwiana (PDIP)

2. Ade Utami Ibnu (PKS)

3. Yusirwan (PAN)

4. Rahmad Mirzani Djausal (Gerindra)

5. Kostiana (PDIP)

6. Fauzan Sibron (NasDem)

7. Azwar Yacub (Golkar)

8. AR Suparno (PDIP)

9. Budiman AS (Demokrat)

10. Syarif Hidayat (PKS)

11. Aprilliati (PDIP)

Dapil 2 Lampung Selatan

1. Sahlan Syukur (PDIP)

2. Tony Eka Chandra (Golkar)

3 Antoni Imam (PKS)

4. Fahrorrozi (Gerindra)

5. Lesty Putri Utami (PDIP)

6. Okta Rijaya (PKB)

7. Wahrul Fauzi Silalahi (NasDem)

8. Ahmad Fitoni (PAN)

9. Raden Muhammad Ismail (Demokrat)

10. Nurul Ikhwan (PDIP)

Dapil 3 Pesawaran, Metro dan Pringsewu

1. Nurhasanah (PDIP)

2. Ririn Kuswantari (Golkar)

3. Johan Sulaiman (PKS)

4. Elly Wahyuni (Gerindra)

5. Hanifah (PKB)

6. Angga Satria Pratama (Demokrat)

7. A Iswan Cahya (PAN)

8. Watoni Nurdin (PDIP)

9. Siti Rahma (NasDem)

10. Suprianto (PPP)

11. FX Siman (Golkar)

Dapil 4 Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat

1. Yanwar Irawan (PDIP)

2. Mukhlis Basri (Gerindra)

3. Nuril Anwar (NasDem)

4. Amaludin (Demokrat)

5. Dadang Sumpena (PDIP)

6. Joko Santoso (PAN)

7. Azuansyah (PKB)

8. Supriadi Hamzah (Golkar)

9. Heni Susilo (PKS)

10. Mirzalie (Gerindra)

Dapil 5 Lampung Utara dan Way Kanan

1. Iman Suhada (Nasdem)

2. Yozi Rizal (Demokrat)

3.Yose Rizal (PDIP)

4. Patimura (Gerindra)

5. Darlian Pone (Golkar)

6. Mardani Umar (PKS)

7. Darwin Hifni (PAN)

8. Soni Setiawan (PKB)

9. Mardiana (Nasdem)

10. Deni Ribowo (Demokrat)

11. Tulus Purnomo Wibowo (PDIP)

Dapil 6 Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Mesuji

1. Ketut Rameo (PDIP)

2. Very Agusli (Gerindra)

3. Ismed Roni (Golkar)

4. Budi Yuhanda (NasDem)

5. Maulidah Zauroh (PKB)

6. Suprapto (PAN)

7. Hanifah (Demokrat)

8. Budhi Condro Wati (PDIP)

9. Mikdar Ilyas (Gerindra)

10. Semin (PKS)

Dapil 7 Lampung Tengah

1. Mingrum Gumay (PDIP)

2. I Made Bagiasa (Golkar)

3. I Made Suarjaya (Gerindra)

4. Jauharoh (PKB)

5. Musa Ahmad (Golkar)

6. Ikhwan Fadil I (Gerindra)

7. Maksum Asrori (PKB)

8. Asih Fatwanita (Nasdem)

9. Abdullah Sura Jaya (PAN)

10. Midi Iswanto (Demokrat)

11. Mufti Salim (PKS)

12. Ni Ketut Dewi Nadi (PDIP)

Dapil 8 Lampung Timur

1. Ketut Erawan (PDIP)

2. Binti Amanah (PKB)

3. M Khadafi Azwar (Demokrat)

4. H Azwarhadi (Golkar)

5. Ismail Jafar (PKS )

6. Ahmad Giri Akbar (Gerinda)

7. Garinza Reza Pahlevi (NasDem)

8. Ferliska Ramadhita Johan (PDIP)

9. Noverisman Subing (PKB).

10. Asep Makmur dari (Demokrat).

Berita Populer

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)