Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Sebanyak 1.783 Gapura Terdaftar Dalam Festival Gapura Cinta Negeri


setialampung.co.id - Sebanyak 1.783 Gapura Terdaftar dalam Festival Gapura Cinta Negeri. Data tersebut diambil hingga batas waktu pendaftaran pada sabtu (17/8) pukul 23.59 WIB.

Ke-1.783 Gapura tersebut terdiri dari dua kategori dengan rincian, sebanyak 1.450 gapura berdasarkan kategori umum dan 333 kategori lembaga.

Selanjutnya, 1.783 gapura tersebut akan dilakukan penilaian oleh Kurator yang telah resmi dikukuhkan oleh Sekjen Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo pada Rabu (07/08/2019).

Para Kurator akan mengakurasi setiap foto maupun dokumentasi yang diunggah ke halaman website www.gapuracintanegeri.com.

Hasil karya gapura yang sudah dikirimkan akan diseleksi oleh 80 orang panitia kurasi (kurator), untuk selanjutnya para kurator akan menyeleksi 50 finalis gapura Kategori Masyarakat Umum dan 10 finalis Kategori Lembaga/Instansi/Perusahaan/Organisasi. Kemudian 60 finalis tersebut akan dinilai oleh Dewan Juri.

Kriteria penilaian antara lain relevansi dengan tema, orisinalitas ide, konsep (nilai seni, estetika, dan kreativitas visual), kreativitas produksi, semangat gotong royong dan kebersamaan.

Untuk para pemenang disediakan 15 piala dan uang total Rp 1 Miliar, dengan rincian:

Pertama, 10 Piala dan Piagam untuk 10 Pemenang Gapura Kategori Umum dan hadiah uang senilai Rp 50 juta per pemenang;

Kedua, 1 Piala Presiden Bergilir dan Piagam untuk Gapura Terbaik Kategori Masyarakat Umum dan hadiah uang senilai Rp 250 juta  per pemenang;

Ketiga, 3 Piala dan Piagam untuk 3 Pemenang Gapura Kategori Lembaga/Instansi/Perusahaan/Organisasi dan hadiah uang senilai Rp 50 juta per pemenang;

Keempat, 1 Piala dan Piagam untuk Gapura Favorit dan hadiah uang senilai Rp 100 juta. (*)

Berita Populer

Mendagri Keluarkan Surat Edaran untuk Gubernur, Bupati dan Walikota

Jakarta - Sehubungan dengan persiapan penyelenggaraan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020, Kemendagri telah mengeluarkan Surat Edaran Mendagri tentang Persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal itu dipaparkan Mendagri Prof. H.M. Tito Karnavian dalam Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Surat Edaran tersebut meminta kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar saling berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, membentuk Posko Pemantauan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang bertugas untuk mengkoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan, memonitor persiapan dan pelaksanaan pada saat menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait, Kementerian/Lembaga, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia;

Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat menjelang persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 melalui upaya:

a. Peningkatan Kesiapan Sarana dan P…

Reses Dedi Yuginta, Surono Minta Jumlah Guru Ngaji Didata Lagi

Bandarlampung - Surono, warga Kebon Jeruk meminta agar jumlah guru ngaji di wilayahnya didata kembali. Ini lantaran disinyalir adanya guru ngaji yang sudah tidak aktif mengajar lagi, namun masih mendapat bantuan dari walikota Bandarlampung.

Hal ini disampaikan Surono saat menghadiri reses anggota DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta, kamis (12/12).


Menurutnya, diduga ada guru ngaji yang sudah tidak aktif tapi masih menerima bantuan dari walikota Bandarlampung.

"Supaya tidak terjadi tumpang tindih terkait jumlah guru ngaji yang ada, saya minta jumlah guru ngaji untuk didata ulang. Karena disinyalir ada yang sudah nggak aktif lagi tapi masih terima bantuan dari walikota," ujarnya.

Selain terkait mendata ulang jumlah guru ngaji, pada kesempatan tersebut ia juga minta agar honor ketua RT ditambah lagi.

"Kalau bisa honor ketua RT ditambah lagi, kalau bisa honornya menjadi dua juta rupiah," pintanya.

Hal berbeda disampaikan Lia. Warga Kota Baru ini mengusulkan perbaikan goro…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…