Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara Diduga Terima Suap Sebesar Rp1 Miliar

Kendaraan roda empat yang disegel KPK saat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara. Foto: istimewa.

setialampung.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Lampung Utara yang melibatkan Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara (AIM).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, keenam tersangka itu terdiri dari, empat tersangka sebagai penerima suap yaitu AIM (Bupati Lampung Utara 2014 - 2019), RSY (orang kepercayaan AIM), SYH (Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara), WHN (Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara)

─╣alu dua orang tersangka pemberi suap yaitu CHS (swasta) dan HWS (swasta).

Febri mengungkapkan, Bupati Lampung Utara AIM diduga beberapa kali telah menerima uang  terkait dengan proyek di Dinas PUPR yaitu sekitar bulan Juli 2019, diduga AIM telah menerima Rp600 juta, sekitar akhir September, diduga AIM telah menerima Rp50 juta dan pada 6 Oktober, AIM diduga menerima Rp350 juta.

"Diduga uang yang diterima pada September dan Oktober 2019 itulah yang ditemukan di rumah RSY (orang kepercayaan bupati). Uang tersebut direncanakan digunakan sewaktu-waktu untuk kepentingan Bupati Lampung Utara, AIM," kata Febri, dalam siaran tertulis yang diterima setialampung.co.id, senin (7/10).

Setelah melakukan pemeriksaan, kata Febri, dilanjutkan dengan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara.

Febri mengungkapkan, tersangka AIM dan RSY disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Tersangka SYH dan WHN disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang - Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP.

"Tersangka pemberi suap, CHS HWS disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang - Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," ungkapnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed