Langsung ke konten utama

Tersangka Jambret Ini Bertekuk Lutut di Tangan Sat Lantas Polresta Bandarlampung

Foto-foto: ist.

Bandarlampung - TM (30), oknum warga Jalan RE Martadinata, Kelurahan Perwata, Teluk Betung Timur, Bandarlampung ini harus mendekam di balik jeruji besi. Ini lantaran, pelaku jambret ini bertekuk lutut di tangan sat lantas Polresta Bandarlampung, usai melakukan aksi jambret di Jalan Jendral Sudirman Tanjung Karang Bandar Lampung, rabu (6/11). TM melakukan aksi jambret seorang diri dengan menggunakan sepeda motor.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Wirdo Nefisco melalui Kasat Lantas Polresta Bandarlampung AKP Reza Khomeini membenarkan perihal penangkapan pelaku jambret ini.


Pria lulusan akademi kepolisian tahun 2006 menjelaskan, TM melakukan aksinya (jambret) tepat di depan Bank Lampung di Jalan Jendral Sudirman, Tanjung Karang, Bandarlampung.

"Pelaku merampas tas seorang wanita yang saat itu sedang menunggu jemputan. Saat itu kami jajaran sat lantas sedang melaksanakan apel pagi di Tugu Adipura. Melihat hal tersebut, Kanit Patroli, Iptu M Anis memerintahkan jajaran untuk melakukan penyekatan dan pengejaran terhadap pelaku, alhamdulillah pelaku berhasil kita tangkap" ujar AKP Reza Khomeini.

Kasat Lantas Polresta Bandarlampung, AKP Reza menambahkan, sebelum tertangkap, pelaku sempat menabrakkan kendaraannya ke arah salah satu anggota sat lantas yang ikut melakukan pengejaran sampai akhirnya pelaku terjatuh.

Barang bukti yang berhasil di sita yaitu satu buah tas pinggang warna merah, satu buah hand phone merk LG dan satu unit sepeda motor Honda Beat No.Pol BE 3216 AT warna hitam.

Akibat perbuatannya tersebut pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama selama 9 tahun. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)