Langsung ke konten utama

Tiga Polres Ikuti Penilaian Kompetisi Patroli Keamanan Sekolah


Way Kanan - Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung mengadakan penilaian patroli keamanan sekolah (PKS) yang diikuti seluruh polres dan polresta, kamis (7/11).

Jadwal pelaksanaan penilai PKS dibagi tiga tahap, mulai 6 sampai 12 November 2019 .

Sementara Polres Way Kanan bersama Polres Lampung Utara, dan Polres Lampung Barat ada pada gelombang II yang dilaksanakan pada 7 November 2019 di halaman apel Polres Way Kanan.

Sebagai tim penilai PKS pada gelombang II oleh Kasi Audit dan Inspeksi Subditkamsel, Kompol Hapran bersama Kasi Tatis Subditgakkum, Kompol A. Kadir Ahmad dan tiga anggota direktorat lalu lintas Polda Lampung.

Kasi Audit dan Inspeksi Subditkamsel Kompol Hapran menjelaskan, ada 3 kategori keterampilan yang dinilai tim penilai PKS dari direktorat lalu lintas Polda Lampung mulai kategori peraturan baris berbaris (PBB) terbaik, kategori 12 gerakan pengaturan lalu lintas menggunakan pluit, penampilan dan peragaan peserta PKS dalam rangka olah TKP.

Selain itu, lanjutnya, lomba yang diikuti tiga Polres yaitu Polres Lampung Utara, Lampung Barat dan Polres Way Kanan harus menjunjung tinggi Sportifitas.

Kapolres Way Kanan, AKBP Andy Siswantoro menuturkan, seluruh peserta lomba dapat mengaplikasikan tugas-tugas kepolisan dalam mengatur lalu-lintas untuk dapat digunakan pada lingkungan masyarakat dan sekolah.

"Sehingga mampu mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas yang dapat menimbulkan korban lakalantas. Saya berharap dalam perlombaan tersebut, para siswa siswi yang mengikuti ajang perlombaan, melaksanakan dengan penuh semangat. Menang kalah itu biasa, mengikuti kompetisi ini, merupakan suatu kebanggaan untuk memberi pengalaman. Namun, jangan merasa kecewa atau malu ketika kalah, kegiatan ini juga membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan dan membentuk karakter sebab, ada banyak manfaatnya,” ungkapnya. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)