KONI Lampung Terancam Sangsi Kemenpora

[caption id="attachment_299" align="alignleft" width="250"]KONI Lampung Ridho Ficardo Biro Hukum Kemenpora Yusuf Suparman (kiri) beserta Akademisi Hukum Universitas Lampung Yusdianto[/caption]

Cakrawala Lampung (CL) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam waktu dekat akan membahas dugaan pelanggaran yang dilakukan KONI Lampung. Pembahasan dugaan pelanggaran yang dilakukan KONI Lampung ini, lantaran Kemenpora telah menerima surat pengaduan salah salah satu Lembaga Swadya (LSM) di Lampung.

Menurut Biro Hukum Kemenpora, Yusuf Suparman ketika dihubungi Cakrawala Lampung, Senin (31/8) mengatakan, kepengurusan KONI Lampung sudah jelas menabrak aturan dan perundang – undangan yang berlaku. Diantaranya undang – undang (UU) nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional (SKN) pasal 40 yang isinya pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik.

“Kemenpora sudah mengagendakan akan membahas dugaan pelanggaran dan sangsi apa yang akan diberikan kepada KONI Lampung jika terbukti melakukan pelanggaran. Sangsi yang bisa diberikan Kemenpora mulai dari peringatan, teguran tertulis, pembekuan, pembekuan izin sementara, pencabutan izin, pencabutan keputusan atas pengangkatan atau penunjukkan, atau pemberhentian, pengurangan, penundaan, atau penghentian penyaluran dana bantuan; dan/atau kegiatan keolahragaan yang bersangkutan tidak diakui. Sangsi ini sesuai pasal 122 ayat 2 peraturan pemerintah (PP) nomor 16 tahun 2007,” ungkapnya.

Semestinya, lanjut Yusuf, pejabat publik dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk mentaati aturan dan UU yang berlaku.

“Ini juga salah satu contoh yang tidak baik mengapa ketua umum KONI melantik pengurus KONI Lampung. Saran saya sebaiknya sebagai kepala daerah harus legawa untuk mengundurkan diri dan mentaati aturan,” pungkasnya.

Sementara Ketua KONI Lampung yang juga Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo belum bisa diminta tanggapannya. Ketika Cakrawala Lampung berupaya minta pernyataan atau tanggapannya melalui Blackberry Massengernya, namun belum mendapat jawaban. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog