Dimosi Tidak Percaya, Helendrasari Ancam Lapor Polisi

Cakrawala Lampung (CL) – 28 dewan guru dan staf SMP Negeri 24 Bandarlampung melakukan mosi tidak percaya terhadap kepala sekolah setempat Helendrasari. Mosi tidak percaya ini disampaikan langsung di dalam pertemuan dengan komisi IV DPRD Bandarlampung yang dipimpin anggota Imam Santoso, Senin (14/9).

Di dalam pertemuan itu, para dewan guru dan staf menyampaikan beberapa hal penyebab munculnya mosi tidak percaya ini. Diantaranya, hubungan kepala sekolah dengan dewan guru tidak harmonis, rancangan anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS) tidak transparan, bersikap arogan dan otoriter, guru dan pegawai tata usaha (TU) PNS di lingkungan SMP Negeri 24 tidak diberdayakan karena kepala sekolah membawa tenaga honorer dari luar dan bendahara tidak dilibatkan dalam masalah pengelolaan keuangan. Selain itu, honor guru dan pegawai TU bulan Juni dan Juli tidak dibayarkan tepat waktu, dan siswa diwajibkan membayar Rp21.000 untuk alat sablon.

Kepala Sekolah SMPN 24 Bandarlampung Helendrasari ketika dikonfirmasi membantah tudingan para dewan guru dan staf tersebut.

“Saya akan menuntut balik para dewan guru dan staf tersebut karena melakukan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Ini sudah menyangkut harga diri,” kata dia kepada wartawan ketika dihubungi telepon selulernya, Senin (14/9).

Terkait tudingan pembuatan RAPBS tidak transparan, dia menjelaskan, yang menyusun dan membahas RAPBS adalah komite sekolah, kepala sekolah beserta perwakilan dewan guru.

“Tidak mungkin semua dewan guru ikut membahasnya. Lagipula sebelum disahkan, diserahkan dulu ke kepala bidang pendidikan nasonal (diknas) untuk direvisi atau diperiksa. Setelah itu baru disahkan dan ditandatangani oleh kepala dinas pendidikan RAPBS nya. Terkait anggaran BOS semua sudah online di diknas,” ungkapnya.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung Imam Santoso di dalam pertemuan berjanji akan menindaklanjuti keluhan para dewan guru dan staf SMPN 24 ini.

"Keluhan ini akan kita tindaklanjuti, kita minta para dewan guru dan staf untuk tetap bekerja seperti biasa di sekolah," imbuhnya.

salah satu dewan guru yang tidak ingin namanya disebutkan minta agar masalah ini secepatnya dituntaskan agar tidak mengganggu kinerja guru. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed