Nah Loh, 12.304 Mata Pilih Hilang

Cakrawala Lampung (CL) – Panitia pengawas pemilihan umum (panwaslu) Bandarlampung mempertanyakan mengapa jumlah daftar pemilih sementara (DPS) untuk pemilihan walikota (pilwakot) Bandarlampung lebih sedikit daripada jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilihan presiden 2014 untuk wilayah Bandarlampung.

Anggota Panwaslu Bandarlampung Nur Rakhman Yusup saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (19/9) mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah mata pilih yang tercantum di dalam DPS ada 641.426. Sedangkan jumlah DPT pilpres pada 2014 lalu untuk wilayah Bandarlampung ada 653.730. Dari 20 kecamatan se-Bandarlampung, 15 kecamatan diantaranya memiliki jumlah DPS lebih rendah dari DPT pilpres.

“Selisih jumlahnya ribuan, tertinggi selisih antara jumlah DPS dengan jumlah DPT terjadi di Kecamatan Rajabasa dengan selisih (4.062). Terendah di Kecamatan Teluk Betung Selatan dengan selisih 20 mata pilih dengan jumlah DPT pilres,” ujarnya.

Menurut Nur Rakhman, jumlah DPS pilwakot lebih rendah dari DPT pilpres bisa disebabkan beberap hal. Diantaranya kemungkinan karena salah atau belum diinput datanya atau pendataan yang belum baik.

“Memang pilpres berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia. Tapi ini kan sama –sama di Bandarlampung tapi kenapa jumlahnya berkurang daripada DPT pilres 2014 untuk wilayah Bandarlampung juga,” herannya.

Ketua KPU Bandarlampung Fauzi Heri ketika dikonfirmasi terkait ini mengutarakan, di dalam DPT pilpres, semua warga yang indekos atau menyewa kamar turut didata termasuk mahasiswa.

“Sepanjang mahasiswa itu berkewarganegaraan Indonesia, ya kita data. Termasuk juga penghuni lembaga pemasyarakatan yang memiliki hak pilih. Sedangkan yang memiliki hak pilih di pilwakot yakni hanya warga Bandarlampung,” ungkapnya. (ben)
Share:

Nasional

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog