Nanang Trenggono Nilai Panwas dan Wartawan Tidak Paham DPS

Cakrawala Lampung (CL) – Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono gerah dengan kritik yang dilakukan panitia pengawas pemilihan umum (panwaslu) Bandarlampung dan wartawan terkait daftar pemilih sementara (DPS) pemilihan walikota (pilwakot) Bandarlampung.

Menurut Nanang, perlu dilakukan bimbingan teknis (bimtek) bagi panwas, wartawan, pemantau serta helpdesk pemerintah provinsi Lampung.

“Agar terjalin ilmu dan pemahaman yang sama tentang data pemilih, pemutakhiran data pemilih dan aplikasi daftar pemilih,” kata dia, Minggu (20/9).

Selain itu, lanjut Nanang Trenggono, panwas sebagai penyelenggara bisa juga melakukan pengawasan evaluatif dengan mengambil sampel satu kecamatan. Misalnya yang selisihnya paling banyak dan yang selisihnya paling sedikit.

“Lalu ditelisik satu persatu selisih tersebut penyebabnya apa saja?. Sehingga diketahui dengan gamblang dan memberikan penjelasan yang transparan. Maksud saya bukan bimtek, tapi rakor/sosialisasi yang intensif tentang daftar pemilih. Tidak hanya sekali pertemuan. Dengan demikian semua pihak bisa membantu memutakhirkan daftar pemilih dengan konkrit dan cermat.

Sementara anggota panwaslu Bandarlampung bidang pengawasan Nur Rakhman Yusuf mengaku tidak memahami pernyataan Nanang Trenggono tersebut.

“Ketidakpahamannya dimana ?. Apakah kritik, masukkan panwas mengenai DPS dianggap keliru. DPS yang itu berarti belum sempurna. Seharusnya tak perlu dikritisi atau yang seperti apa. DPS sebagai dasar DPT dari pemilu ke pemilu selalu bermasalah. Kita mungkin gagal paham kenapa masalah ini selalu berulang,” tandasnya. (ben)
Share:

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog