Partai Merusak Demokrasi

Cakrawala Lampung (CL) – Mundur atau berpindahnya kader partai politik (parpol) ke partai lain diduga karena tidak tidak didukung lagi oleh partainya. Sehingga menimbulkan kekecawaan yang mendalam. Ini menurut penilaian akademisi Universitas Lampung (unila) M. Iwan Satriawan, Jumat (11/9) kepada Cakrawala Lampung.

“Sekarang ini banyak kader partai yang kecewa terhadap partainya sendiri. Mayoritas sekarang partai bersifat partai massa. Bukan partai yang berlandaskan ideologi,” kata dia.
Menurut dia, partai lebih mengedepankan mencari keuntungan pribadi atau kelompok. Sehingga partai diibaratkan sebuah perusahaan yang mencari keuntungan besar.

“Sehingga kadernya dibiarkan keluar masuk partai seperti karyawan sebuah perusahaan. Partai sekarang cenderung menghancurkan demokrasi karena mengedepankan siapa berani bayar itu yang didukung. Rakyat sendiri akhirnya mudah untuk disuap setiap lima tahun sekali untuk diminta mendukung salah satu partai calon kepala daerah,” ujarnya.
Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat harus cerdas memilih partai yang benar – benar ingin mensejahterakan rakyat. Dan jangan memilih partai yang bertujuan mengeruk keuntungan pribadi atau kelompok.

Sementara akademisi unila lainnya Yusdianto beranggapan, mundur atau berpindahnya seorang kader partai diantaranya kader dinilai tidak loyal dan tidak menjalankan kepentingan partai. Selain itu, partai lebih banyak mengesampingkan atau membiarkan kepentingan kader.

“Dengan kata lain partai tidak mengakomodasi kepentingan kader dan munculnya partai baru yang memberikan tawaran lebih baik kepada kader untuk berpindah partai,” ungkapnya. (ben)
Share:

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog