Langsung ke konten utama

Nasib Bawaslu Lampung Ditentukan Sidang DKPP Besok

Cakrawala Lampung (CL) - Nasib Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lampung ditentukan besok (Jumat, 9/10). Ini lantaran Jumat (9/10), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang dengan agenda pembacaan lima putusan yakni atas KPU Kerom, Papua, KPU Yahukimo, Papua, KPU PakPak Bharat, Sumatera Utara, dan atas Bawaslu Provinsi NTT dan Bawaslu Lampung pukul 10.00 WIB di ruang sidang DKPP dan melalui video conference di Kantor Bawaslu terkait.

Anggota DKPP Saut Hamonangan Sirait saat dihubungi cakrawalalampung.com, Kamis (7/10) membenarkan adanya sidang putusan DKPP salah satunya bagi Bawaslu Lampung.

"Sidang untuk bawaslu Lampung agendanya dimulai pukul 15.00 WIB. Agendanya pembacaan putusan. Pelapor dan terlapor tidak wajib menghadiri sidang ini. Karena ini sudah sidang putusan," kata Saut

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah ketika dihubungi cakrawalalampung.com, Kamis (7/8) menuturkan, anggota bawaslu Lampung Nazarudin Togakratu yang akan mewakili bawaslu Lampung di dalam persidangan tersebut.

"Bang Nazar (Nazarudin) yang akan hadir di persidangan. Sebab, saya dan Ali Sidik menghadiri acara di Pesawaran," kata wanita yang disapa Khoir ini.

Saat ditanya bagaimana harapannya atas sidang putusan itu, Khoir mengatakan, dirinya beserta anggota bawaslu lainnya pasrah terhadap apapun keputusan yang akan dikeluarkan DKPP.

"Kita pasrah aja. Yang namanya bekerja pasti ada resikonya," imbuhnya.

Sementara pihak pelapor, Ketua Lambang Antoni Wijaya menegaskan, dirinya akan menghadiri sidang putusan itu.

"Saya dan anggota Lambang akan hadir langsung. Ini saya lagi diperjalanan menuju Jakarta. Kita opitimistis memenangkan gugatan ini," imbuhnya. (ben)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …