Robi Nilai KPU Tidak Etis Undang Para PNS di Acara Debat Calon Walikota

Cakrawala Lampung (CL) – Komisioner KPU Bandarlampung Dedi Triadi menegaskan, kehadiran para kepala dinas serta camat di acara debat calon walikota Bandarlampung di The 7th Hotel, Rabu (30/9), atas undangan KPU Bandarlampung.

“Memang KPU yang mengundang para kepala dinas sampai camat. Dan ini tidak melanggar aturan karena ini merupakan acara KPU dan bukan agenda kampanye salah satu calon,” kata Dedi kepada cakrawalalampung.com, Kamis (1/10).

Sementara menurut akademisi universitas Lampung Robi Cahyadi Kurniawan, sangat tidak etis jika KPU mengundang para pejabat Pemerintahan Kota Bandarlampung itu di dalam acara debat calon itu jika kapasitasnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

“Tidak etis jika KPU mengundang para pejabat PNS itu. Karena bisa diartikan pendukung salah satu calon. Dan seharusnya KPU tidak mengundang para PNS itu untuk hadir di acara debat calon. Karena tanpa mengundang pun, masyarakat dapat melihatnya melalui siaran langsung televisi. Jadi tidak harus datang ke hotel,” ujar Robi.

Sebelumnya KPU Bandarlampung, Rabu (30/9) menggelar debat publik calon walikota Bandarlampung di The 7th Hotel. Selain dihadiri tiga calon walikota Bandarlampung yakni Muhammad Yunus, Herman HN dan Thobroni Harun. Tampak Hadir di dalam debat tersebut beberapa pejabat Pemerintahan Kota Bandarlampung seperti Kepala Dinas Pasar Khasrian Anwar dan Kabag Humas Pemkot Paryanto.

Terkait kehadiran para pejabat pemkot ini, Anggota Panwaslu Bandarlampung bidang pengawasan Nur Rakhman Yusuf ketika dikonfirmasi cakrawalalampung.com di lokasi debat mengatakan, kehadiran para pejabat itu bukanlah sebuah masalah dan tidak melanggar peraturan.

"Nggak masalah, mereka (para pejabat pemkot, red) hadir di debat ini kapasitasnya sebagai undangan. Lagipula acara ini dihadiri tiga orang calon walikota," kata Nur Rakhman Yusuf.

Berbeda halnya, lanjut dia, jika para pejabat yang notabene pegawai negeri sipil (PNS) itu menghadiri kampanye salah satu calon walikota.

"Kalau menghadiri kampanye itu baru bermasalah. Kalau ini kan bukan kampanye tapi debat publik," ujar dia. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed