Terkait Tersendatnya Pembayaran Honorarium, Panwaslu Bandarlampung Sesalkan Pemkot Tidak Gunakan Dana Talangan

BANDARLAMPUNG (CL) - Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Bandarlampung Adek Asyari menyesalkan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung atas tersendatnya pembayaran honorarium panwaslu dan panitia pengawasan kecamatan (Panwascam) se-Bandarlampung.

Menurut Adek, ketika ditemui cakrawalalampung.com di ruang kerjanya, Selasa (27/10), semestinya Pemkot Bandarlampung mengambil kebijakan untuk menggunakan dana talangan agar pembayaran honorarium panwaslu dan panwascam tidak tersendat.

"Semestinya Pemkot mengambil kebijakan untuk menggunakan dana talangan. Karena tersendatnya pembayaran honor ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap pengawasan di lapangan," kata dia.

Memang, lanjutnya, tersendatnya pembayaran honorarium ini diduga karena ada perubahan di peraturan menteri (Permen) nomor 44 tahun 2015 yang berubah menjadi permen nomor 51 tahun 2015 tentang pengelolaan dana kegiatan pemilihan gubenur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota. Namun, semestinya pemkot Bandarlampung sudah mengambil kebijakan untuk mengatasi agar pembayaran honorarium tidak tersendat.

"Hari ini (Selasa, 27/10) kita akan mengajukan kembali ke pemkot pengajuan pencairan pembayaran honornya. Kita berharap di Oktober ini sudah dibayarkan semua honornya," ujarnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog