Jelang Tutup Buku, Realisasi PAD Parkir dan Perizinan di Bandarlampung Kurang dari 50 Persen

BANDARLAMPUNG (CL) - Komisi II DPRD Bandarlampung mempertanyakan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir dan perizinan. Sebab jelang penghujung tahun 2015, realisasi kedua PAD tersebut masing - masing tidak mencapai 50 persen dari target yang harus dicapai.

Dimana PAD parkir di 2015 ditargetkan Rp6,3 miliar, namun baru terealisasi 2,7 miliar atau sekitar 43,9 persen. Dan PAD perizinan dari target 2015 ini sebesar Rp58,3 miliar tapi baru terealisasi sebesar Rp20,7 miliar atau 35,5 persen.

Demikian disampaikan Anggota Komisi II DPRD Bandarlampung Grafieldy Mamesah, Kamis (26/12).

Selain kedua PAD itu, dia mengungkapkan, secara global
realisasi PAD Bandarlampung masih jauh dari harapan. Sebab dari target pada APBD 2015 sebesar Rp563,199 miliar dan dinaikkan menjadi Rp769,108 miliar pada APBD perubahan, ternyata realisasi PAD sampai (20/11) baru tercapai Rp329,928 miliar atau baru sebesar 42,9 persen.

"Semua pihak terkait harus bekerja lebih keras lagi meningkatkan PAD jelang tutup buku akhir tahun ini. Karena potensi PAD parkir di Bandarlampung cukup besar," ungkapnya.

Kepala BPMP Bandarlampung Saprodi mengatakan, sampat ini PAD perizinan yang terealisasi sudah mencapai 36,35 persen atau Rp21,198 miliar lebih.

"Kita terus berupaya di lapangan untuk meningkatkan PAD. Ada dua tim yang dibentuk yakni tim internal dan eksternal. Kita optimistis PAD akan terus meningkat," ujarnya kepada cakrawalalampung.com, Kamis (26/11). (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed