Warga Desa Gebang Tuding PT. Sari Ringgung Beroperasi Tanpa Izin

setialampung.com – Warga Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menuding PT. Sari Ringgung beroperasi tanpa izin. Ini lantaran kesepakatan kerjasama antara warga Desa Gebang dengan pengelola salah satu destinasi wisata itu sudah berakhir sejak 2014 lalu.

Tudingan ini disampaikan perwakilan warga Desa Gebang yang dipimpin Kepala Desa Gebang, Dadang, saat melakukan pertemuan dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung, Walhi dan Mitra Bentala di kantor LBH setempat, Rabu (27/1).

Di dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Gebang, Dadang mengatakan, kontrak kerjasama antara warga Desa Gebang dengan PT. Sari Ringgung sudah berakhir di 2014.

“Kesepakatan atau kontrak kerjasama PT. Sari Ringgung dengan kami (warga Desa Gebang) hanya berlaku satu tahun yang ditandatangani pada 11 Desember 2013 lalu. Dan sampai sekarang belum ada perpanjangan kontrak lagi dengan warga. Sedangkan Pasir Timbul salah satu lokasi yang dikelola PT. Sari Ringgung adalah milik Desa Gebang,” ungkapnya.

Sementara Pengelola PT. Sari Ringgung, Habrin Trimadhika saat dihubungi setialampung.com, Rabu (27/1) mengakui sejak awal terdapat kerjasama atau kesepakatan antara pihaknya (PT. Sari Ringgung) dengan warga Desa Gebang di tahun 2013 dan hanya berlaku satu tahun. Namun dikemudian hari saat pihaknya akan memperbaharui atau memperpanjang kesepakatan, tiba - tiba muncul pihak lain yang juga mengaku pemilik Pasir Timbul.

“Kami (PT. Sari Ringgung) sebenarnya sudah lama ingin memperpanjang kesepakatan itu. Namun terpaksa kita tunda karena tiba – tiba muncul Marga Menanga yang juga mengaku Pasir Timbul adalah tanah ulayat Marga Menanga,” kata dia.

Pria yang disapa Dhika ini menjelaskan, karena muncul pihak lain yang juga mengaku pemilik Pasir Timbul, maka pihaknya meminta kepastian terlebih dahulu siapa sebenarnya pemilik Pasir Timbul tersebut.

“Oleh karena itulah perpanjangan kerjasama di tahun kedua kita tunda dulu (pending). Karena kita minta antara warga Desa Gebang dan Marga Menanga untuk menyelesaikan polemik siapa sebenarnya pemilik Pasir Timbul. Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan mediasi terkait hal ini yang akan difasilitasi kecamatan setempat,” jelasnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed