Langsung ke konten utama

Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Agung Laksono: Kebijakan DPP Bersifat Top Down, Setelah Munas Ditindaklajuti Musda di Provinsi dan Kabupaten/Kota

setialampung.com - Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono menegaskan, sesuai instruksi ketua umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, hasil musyawarah nasional (munas), salah satunya adalah rekonsiliasi harus sampai ke tingkat provinsi, kabupaten/kota dan tingkat kecamatan.

"Saya prihatin rekonsiliasi belum berjalan di Partai Golkar Lampung. Tapi sudah ada tim pencari fakta yang sudah ke Lampung," ujar Agung Laksono, usai Musyawarah Daerah (Musda) Kosgoro Lampung di gedung LPMP Bandarlampung, Kamis (1/9).

Agung Laksono juga menegaskan, kebijakan DPP Partai Golkar bersifat top down. Artinya, setelah pelaksanaan munas di DPP, ditindaklanjuti dengan pelaksanaan musda tingkat provinsi dan kabupaten/kota termasuk Lampung.

"Sifatnya top down. Kebijakan dari pusat munas, maka filosofinya mengalir dan dikuti musda sampai ke tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai ke tingkat kecamatan. Dan kalau mau ada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Golkar di Lampung, harus ada regenerasi dan perubahan di tubuh DPD I Partai Golkar Lampung," ungkapnya.

Agung menjelaskan, berdasarkan ketentuan di peraturan organisasi (PO), jabatan ketua DPD hanya dua periode. Bisa tiga kali menjabat jika kinerjanya terukur dan punya prestasi. Artinya, dilihat dulu apakah ada peningkatan perolehan jumlah kursi DPRD provinsi, kabupaten/kota atau tidak dan apakah ada peningkatan hasil pilkada atau tidak.

Saat ditanya apakah akan ditunjuk seorang pelaksana tugas (plt) jelang musda Lampung, Agung menuturkan, hal itu tergantung situasi. Bisa ditunjuk plt dulu atau langsung musda.

"Kalau ingin ada perbaikan nasib golkar, harus ada perubahan di Lampung. Dan pilih pemimpin yang punya kemampuan, bijaksana, obyektif. Jangan pilih ketua yang hanya ekstrim mementingkan kepentingan satu kelompok saja," pungkasya. 

Sementara Sekretaris DPD I Partai Golkar Lampung Ririn Kuswantari belum bisa dikonfirmasi terkait ini. Panggilan telpon dan pesan singkat setialampung.com tidak dapat jawaban. (ben)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…