Ketua Dewan Pembina Paguyuban Reog Ponorogo Ngesti Broto, Bandarlampung, Wiyadi: Kita Harus Terus Lestarikan Budaya Tradisional Bangsa Indonesia

​setialampung.com - Paguyuban Reog Ponorogo Ngesti Broto menggelar suroan dan hari jadinya ke 65 tahun di lapangan Gang, Madu, Kemiling, Bandarlampung, Minggu (16/10).

Ketua Dewan Pembina Paguyuban Reog Ponorogo Ngesti Broto, Kota Bandarlampung, Wiyadi mengatakan, selain memperingati hari jadi terbentuknya Paguyuban Reog Ponorogo Ngesti Broto, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan kesenian dan kebudayaan tradisional Indonesia.

"Reog ponorogo ini salah satu kesenian dan budaya nasional asli Bangsa Indonesia. Sebagai warga negara, kita harus terus menjaga keberadaannya. Semua generasi harus menjaga dan melestarikan kesenian dan budaya ini," ujarnya.

Disamping itu, kata Wiyadi, dirinya juga berpesan kepada seluruh pemuda untuk terus menjadi motor penggerak pelestarian kesenian ini.



Di tempat yang sama, Ketua Paguyuban Ngesti Broto Reyog Ponorogo Supatwan mengungkapkan, kesenian reog ponorogo Ngesti Broto ini terbentuk di Bandarlampung sejak tahun 1951.

"Perwakilan kami sudah menyebar di semua kabupaten/kota di Lampung. Seperti Lampung Timur, Metro dan Lampung Tengah. Kita harus mencintai budaya sendiri dan melestarikannya," ujarnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed