​Masuk Kategori Pengguna Narkoba, 20 Pengunjung Hiburan yang Diamankan BNNP Lampung Wajib Direhabilitasi

setialampung.com - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Suwanto mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 20 pengunjung hiburan yang terjaring dalam operasi gabungan yang digelar di Center Stage, Hotel Novotel, Kamis (13/10) dinihari.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan BNN dan dokter, 20 orang yang kita amankan itu termasuk pengguna narkoba tingkat pemula. Artinya masih taraf coba - coba menggunakan narkoba jenis sabu - sabu dan ekstasi," kata Suwanto kepada setialampung.com, Jumat (14/10).

Karena terbukti menggunakan narkoba, kata Suwanto, BNN memutuskan 20 orang
penggunatersebut untuk menjalani rehabilitasi atau rawat jalan di klinik Pratama.

"Kami mewajibkan 20 orang itu direhabilitasi tapi rawat jalan. Mayoritas 20 orang itu merupakan pegawai dan mahasiswa. Diantaranya ada yang statusnya pegawai kontrak, pegawai honorer Bawaslu Lampung dan mahasiswa," ungkapnya. Malam ini kita serahkan kepada keluarganya. Tapi sebelumnya harus tandatangan pernyataan wajib ikut rehabilitasi," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala BNNP Lampung Kombes Pol Suwanto mengatakan, pihaknya beserta Direktorat Narkoba Polda Lampung, Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL), Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) dan Intel Korem, Kamis (13/10) dinihari melaksanakan operasi gabungan tempat hiburan di Bandarlampung.

“Dari hasil operasi gabungan itu, kami melakukan tes urine kepada sekitar 300 pengunjung. Berdasarkan hasil tes urine, 20 orang yang terjaring di diskotik Center Stage, Hotel Novotel, diduga terindikasi menggunakan narkoba. Umumnya 20 orang ini terindikasi menggunakan sabu – sabu dan ekstasi,” katanya kepada setialampung.com, Kamis (13/10).

Saat ini, lanjutnya, 20 orang tersebut masih berada di BNNP untuk dilakukan pendalaman apakah menggunakan narkoba atau bukan. Karena diduga umumnya narkoba sudah digunakan sebelum datang ke tempat hiburan.

“Menurut pengakuan salah satu pengunjung, narkoba digunakan di luar tempat hiburan. Jadi ketika sampai di tempat hiburan tinggal bersenang – senangnya. Kita tunggu apa hasil pendalaman dokter dan psikologi di BNNP. Apakah 20 orang ini akan dilakukan rehabilitasi jalan atau rehabilitasi inap. BNNP punya klinik rehabilitasi sendiri yaitu klinik Pratama. Berdasarkan aturan, kami punya wewenang 3 x 24 jam untuk melakukan pendalaman terhadap 20 orang ini. Dokter dan psikologi yang memeriksa apakah 20 orang sering menggunakan narkoba atau tidak. Kami juga bisa melakukan tes urine kembali di BNNP jika diperlukan. Mudah – mudahan hari ini sudah ada hasil,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dari 20 orang yang diduga terindikasi menggunakan narkoba tersebut. Salah satunya merupakan pegawai tidak tetap (honorer) Bawaslu Lampung.

Sementara Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah ketika dikonfirmasi setialampung.com mengaku sudah mendengar kabar salah satu pegawai honorer Bawaslu Lampung terkena razia gabungan BNNP tersebut.

“Ya, ada yang ngasih kabar ke saya. Saya prihatin dan tidak menyangka, saya syok mendengarnya. Kedepan Bawaslu akan melakukan tes urine di internal bawaslu. Kita akan melakukan perbaikan agar terkontrol semua. Kami masih menunggu kabar selanjutnya dari BNN,” ujarnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog