​Dikejar Rekanan, Djoko Prihartanto Pilih Nginep di Polda Lampung

setialampung.com - Diduga karena takut dikejar - kejar sejumlah rekanan, Djoko Prihartanto, terlapor kasus dugaan setoran proyek senilai Rp24 miliar memilih menginap di Polda Lampung.

Heri Hidayat, kuasa hukum Djoko Prihartanto
mengutarakan hal tersebut kepada awak media di Polda Lampung, Kamis (10/11),

Heri menceritakan, usai menjalani pemeriksaan sebagai terlapor di Polda Lampung, Rabu (9/11), sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (10/11), klienya (Djoko Prihartanto) berniat untuk pulang ke rumahnya. Namun niatnya itu urung dilakukan lantaran Djoko mengetahui kalau sejumlah rekanan proyek mengikutinya sejak keluar dari Polda Lampung.

"Sampai di Kedaton, Djoko melihat ada sekitar tiga mobil yang diduga milik rekanan mengikutinya. Salah satu rekanan yang dikenal dan membuntutinya yaitu dari pihak Hi. Sang - Sang. Karena merasa khawatir, Djoko kembali lagi dan memutuskan untuk menginap di Polda," ungkapnya.

Ketika ditanya siapa yang melaporkan Djoko ke Polda, Heri mengungkapkan, Djoko diperiksa sebagai terlapor atas laporan Frans Tanada.

"Kalau laporan kerugiannya Rp270 juta. Cuma berdasakan catatan Mas Djoko sebesar Rp300 juta. Ini aneh, masak catatan yang dipegang terlapor malah lebih besar dari pelapor. Berdasarkan informasi dari Djoko, Frans Tanada ini merupakan anak dari Zulkarnaen," ujarnya di Polda Lampung, Kamis (10/11).

Direktur Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Zarialdi kepada awak media di Polda Lampung, Kamis (10/11), menuturkan, Djoko Prihartanto menginap di Polda atas kemauannya sendiri.

"Karena dikejar rekanan, Djoko ngomong mau nginep aja di Polda. Jadi bukan ditahan, tapi atas kemauan Djoko sendiri untuk nginep di Polda," katanya.

Sementara, Ansori, kuasa hukum Hi. Sang - Sang mengaku mendapat informasi dan mengetahui kalau sejumlah rekanan membuntuti Djoko setelah diperiksa di Polda.

"Ya, saya dapet informasi terkait hal itu. Dan saya berpesan kepada klien saya untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Semestinya Djoko mau duduk bersama dengan rekanan untuk mencari solusi agar bisa mengembalikan uang milik para rekanan tersebut. Bukannya menghindar dari tanggungjawabnya," pungkasnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog