​Kok Bisa Ya, Sudah Dibui karena Kasus Korupsi Tapi Tetap Terima Gaji sebagai PNS

setialampung.com - Dua oknum pegawai negeri sipil (PNS) dinas kesehatan Bandarlampung berinisial SW dan MN telah di vonis pengadilan tindak pidana korupsi Tanjungkarang dan menjalani masa hukuman karena melanggar pasal 3 jo pasal 18 No 31 tahun 1999 UU RI tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

SW dan MN divonis pengadilan terkait tindakan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di rumah sakit A. Dadi Tjokrodipo (RSUDT) Bandarlampung senilai Rp7,2 miliar. Tapi, selama menjalani masa hukuman, SW dan MN diduga masih menikmati gaji sebagai PNS Dinas Kesehatan Bandarlampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, SW dan MN sampai dengan Oktober 2016 diduga masih menerima gaji. Ini berdasarkan data yang tercantum di daftar pembayaran gaji induk PNS/CPNS Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung. Berdasarkan data tersebut, SW menerima gaji sebagai PNS senilai Rp 4.482.100 dan MN senilai Rp 4.218.800 dan tertera paraf atau tandatangan penerima gaji.

Ketika dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Edwin Rusli melalui sambungan teleponnya kepada setialampung.com, Rabu (16/11) mengatakan, soal kebijakan kepegawaian merupakan wewenang BKD.

"Tanya aja ke BKD ya, biar jelas. Karena dinas kesehatan belum terima surat dari BKD. Kami hanya menunggu dan melaksanakannya," ujarnya. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed