Langsung ke konten utama

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo beserta Istri Hadiri Tabligh Akbar

setialampung.com - Ribuan jemaah menghadiri tabligh akbar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Tabligh akbar yang digelar di masjid Al Furqon, Rabu (28/12) ini dihadiri Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo beserta istri Aprilani Yustin, Wakil Gubernur Bachtiar Basri, Kapolda Lampung, Danrem, Forkopimda dan diisi dengan ceramah oleh ustad Yusuf Mansur.



Dalam sambutannya, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, dengan kegiatan tabligh akbar ini diharapkan bisa diserap ilmu yang bermanfaat. Sehingga bisa diterapkan di tengah - tengah masyarakat, kehidupan sehari - hari dan keluarga.



Ridho menuturkan, dirinya beserta pemerintah provinsi Lampung sangat mendukung digelarnya kegiatan keagamaan yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat. Sehingga Lampung tumbuh dalam Kebhinekaan yang dipayungi dengan suasana religius.

"Pemprov sangat mendukung berbagai kegiatan agama. Kegiatan agama harus diambil sebagai pembelajaran khususnya untuk diteruskan kepada keluarga kita. Terutama anak - anak sebagai generasi penerus. Cek anak-anak kita apakah solat dan sembahyangnya sudah bagus. Yang terpenting lindungi dari bahaya narkoba dengan mendekatkan mereka pada agama," ujar gubernur dihadapan sekitar 5.000 an jamaah yang mayoritas adalah Ibu - ibu tersebut.

Pada kesempatan itu Ridho juga memohon doa agar pembangunan di Lampung bisa berjalan lancar, aman dan damai. Ia berharap masyarakat bisa mensyukuri segala nikmat dan bersabar atas cobaan ekonomi sosial dan politik yang belakangan makin sering terjadi.

Menurutnya, bila masyarakat bisa tenang dan memetik hikmahnya, Bangsa Indonesia akan naik kelas lulus dari ujian yang diberikan yang maha kuasa. Pada kesempatan tersebut dilakukan juga penyerahan bantuan oleh pemprov Lampung bagi anak yatim dan kaum dhuafa. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …