Langsung ke konten utama

​Kabid Bina Marga Lampung Toni Ferdinansyah: Dinas PU Lamteng Bertanggungjawab Atas Amblasnya Jembatan Way Tatayan

setialampung.com - Kepala bidang pemeliharaan jalan dinas bina marga Lampung, Toni Ferdinansyah menegaskan, perbaikan amblasnya Jembatan Way Tatayan yang terletak di Desa Sendang Asri, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah (Lamteng) merupakan tanggung jawab dinas pekerjaan umum (PU) Lamteng.

"Dinas PU Lamteng yang harus bergerak cepat memperbaiki jembatan yang amblas sekitar 10 meter itu. Kabarnya pembuatan jembatan Way Tatayan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp5 miliar," kata Toni, seperti dikutip dari fajarsumatera.co.id.

Toni juga menegaskan, dinas bina marga Lampung hanya mendorong percepatan pembangunan jembatan agar pembangunan infrastruktur cepat terealisasi.

"Jadi bukan dinas bina marga Lampung yang bertanggungjawab atas kerusakan jembatan Way Tatayan tersebut. Warga bisa melaporkan kerusakan jembatan itu langsung ke dinas PU Lamteng. Pekerjaannya bukan tanggung jawab dinas bina marga Lampung. Karena pengelolaan jembatan itu dipegang langsung dinas PU Lamteng," tegasnya lagi.

Toni menjelaskan, dinas bina marga Lampung tidak bisa langsung menangani atau memberikan bantuan memperbaiki jembatan tanpa prosedur dan ketentuan yang berlaku.

"Kami (pemprov) bisa turun tangan membantu penanganan persoalan jembatan tersebut dengan menggunakan APBD provinsi asalkan ada surat permohonan/pernyataan yang menyatakan bahwa Pemkab Lamteng tidak mampu memperbaikinya," tegasnya pula.

Jiika pemprov langsung turun tangan memperbaikinya, kata Toni, pihaknya bisa disalahkan. Karena bukan kewenangan provinsi, walau tujuan bantuan itu baik. Begitu pula penggunaan APBD provinsi untuk membantu penanganan persoalan jembatan itu tidak serta merta, dan harus ada mata anggarannya.

Untuk diketahui, amblasnya jembatan di kabupaten yang di pimpin oleh Bupati Lampung Tengah Mustafa itu, Sabtu (24/12), diduga karena jembatan tidak mampu menahan tonase kendaraan yang melintasi jembatan. Ditambah lagi tanah timbunan masih labil serta disebabkan faktor cuaca. (*)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…