Langsung ke konten utama

​Menteri Perindustrian Dukung Arah dan Pengembangan AMPI

setialampung.com - Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mengapresiasi arah pengembangan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Menteri menyetujui pengembangan AMPI yaitu 70% untuk pengembangan minat bakat dan profesionalitas, dan 30% bagi pendidikan politik kebangsaan.

"Saya sangat setuju dengan arah pengembangan AMPI," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, seperti dilansir tribunnews.com belum lama ini.

Hal ini disampaikan menteri saat menerima kunjungan AMPI yang diwakili Ketua Umum Dito Ariotedjo dan Bendahara Umum Heru Sambodo. Kedatangan AMPI ini untuk membahas program dukungan pemerintah yang dapat mengangkat perkembangan bisnis industri kreatif. Pertemuan tersebut juga dalam rangka tugas dan fungsi AMPI sebagai ormas kepemudaan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mempersiapkan tenaga kerja terampil.

Ketua Umum AMPI Dito Ariotedjo mengatakan, sebagai ormas kepemudaan yang sudah 38 tahun berdiri dengan pengurus yang tersebar lengkap dari tingkatan propinsi hingga kabupaten, AMPI merupakan salah satu ormas kepemudaan yang mampu untuk berkontribusi nyata untuk membantu program pemerintah.

"Kami sangat mendukung komitmen dan keseriusan pemerintah. Khususnya pada kementrian perindustrian untuk meningkatkan perkembangan SDM sebagai sarana utama peningkatan laju industry Negara kita kedepannya," katanya.

Sebagai bukti kongkrit dari pertemuan tersebut, lanjut Dito, AMPI mempersiapkan berbagai kerjasama dengan Kemenperin berupa pelatihan teknis dan professional bagi para kadernya.

"Kedepan, kami akan menggagas kerjasama pelatihan mekanik motor roda dua, pelatihan manajemen usaha perbengkelan dan akses penyertaan modal usaha dengan kemenperin," pungkas Bendahara Umum AMPI, Heru Sambodo. (*)

Sumber: tribunnews.com

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting …

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …