Langsung ke konten utama

​Ridho Ficardo Optimistis dengan Pramuka Bisa Tumbuh Jiwa Kepemimpinan dan Kemandirian

setialampung.com - Ketua Majelis Pembina (Kamabida) Pramuka Lampung yang juga Gubernur Lampung Ridho Ficardo menutup Raimuna Daerah 2016 di Lapangan Kwarda Pramuka Lampung, Jumat malam (23/12).

Pada kesempatan tersebut Ridho menuturkan, dirinya berharap dengan event Reimuna yang berlangsung dari 18 - 24 Desember ini dan yang diikuti 5.000an anggota bisa memberikan pengalaman kepada anggota pramula Lampung agar tumbuh jiwa kepemimpinan dan kemandiriannya.

"Perluas pertemanan. Di pramuka kita berlatih, belajar. Jangan hanya sekedar asik berkegiatan, tapi kegiatan ini betul-betul harus bisa jadi pembelajaran. Resapi pengalamannya untuk masa depan kalian," ujar Ridho.

Ridho juga menghimbau agar para anggota pramuka Lampung bisa mempersiapkan diri agar bisa mewakili Lampung di ajang nasional bahkan Internasional sehingga bisa mengharumlan Lampung lewat kegiatan Pramuka.

"Kuncinya belajar bahasa inggris karna syarat menjadi wakil dikegiatan Internasional bisa Bahasa Inggris. Kakak, bisa dikirim ke Timur Tengah dalam youth forum pramuka karna bisa bahasa Inggris selain harus berprestasi di Pramuka," kenang Ridho.

Reimuna pramuka adalah kegiatan kemah para Penegak dan Pandega dari satuan pramuka. Nilai-nilai pramuka dan pendidikan keorganisasian dikedepankan pada Reimuna sehingga di dalamnya ada edukasi untuk modal masa depan para anggota.

Ridho Ficardo aktif digerakan pramuka sejak diusia sekolah. Ia pernah masuk dalam struktur Dewan Kerja Nasional Pramuka. Bahkan berkat kepeduliannya terhadap Pramuka beberapa waktu lalu Ia dianugerahi Mabida Peduli Pramuka oleh Presiden Joko Widodo. Baginya Pramuka dan kegiatan kepemudaan lainnya sangat penting untuk membimbing dan menjadikan generasi muda Lampung sebagai calon pemimpin selanjutnya dan terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …