Langsung ke konten utama

​Soal Amblasnya Jembatan Way Tatayan, Humanika Lampung Sayangkan Kualitas Pembangunan Jembatan

setialampung.com - Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Lampung angkat bicara terkait Jembatan Way Tatayan yang terletak di Desa Sendang Asri, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah (Lamteng) yang abudment-nya amblas pada sisi utara dan selatan sepanjang 10 meter lebih pada, Sabtu (24/12) lalu.

Menurut Ketua Humanika Lampung, Basuki, tuntutan warga terhadap Dinas Bina Marga Lampung untuk segera melakukan perbaikan terhadap jembatan tersebut sangat tidak tepat. Karena jembatan itu sudah melakukan serah terima FHO (Finish Hand Over).

"Artinya, yang bertanggungjawab adalah kedua belah pihak yakni KPA (kuasa pengguna anggaran) diwakili panitia dan kontraktor/pemborong (Dinas PU Lampung Tengah)," kata Basuki, Senin (26/12).

Selain itu, Basuki mengatakan, di dalam semua pembangunan infrastruktur termasuk Jembatan Way Tataan, pastinya memiliki kontrak kerja sama antar perusahaan pemborong dan panitia. Oleh karena itu sangat aneh jika perusahaan yang belum beres lalu dilakukan serah terima.

"Aneh dong kalau begitu. Kenapa panitia tidak sekalian saja terima pemborongnya biar kena pinalti," imbuhnya.

Masih lanjutnya, dalam kontrak kerja sama pengerjaan proyek juga terdapat retensi (uang yang ditahan jika terjadi ketidaksempurnaan bangunan yang sudah selesai dikerjakan). Artinya, retensi dilakukan setelah satu hingga tiga bulan tergantung kontrak.

"Jadi rekanan tidak dapat berlindung di mekanisme retensi. Karena retensi ini kan pemeliharaan. Jika perbaikan, maka anggarannya tidak cukup diangka 10 persen. Disini saja sudah sangat jelas bahwa ada perbedaan antara pemeliharaan dan perbaikan," kata Basuki.

Untuk itu, ujarnya, Humanika Lampung, masyarakat setempat, dan pengguna jalan sangat menyesalkan kualitas bangunan dari pengerjaan proyek tersebut.

"Harapannya bisa cepat diperbaiki. Agar akses jalan menjadi lebih mudah," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga Lampung, Toni Ferdinansyah memastikan, meskipun pihaknya sudah mengetahui terkait amblasnya Jembatan Way Tatayan tersebut. Seyogyanya Dinas PU Lamteng yang harus gerak cepat untuk memperbaiki akses jalan yang katanya menelan dana sekitar Rp5 miliar tersebut.

"Kalau warga kecewa atas amblasnya jembatan itu, langsung laporkan ke dinas terkait, jangan sampai salah sasaran. Pasalnya, dalam hal rusak atau robohnya jembatan itu tidak menjadi tanggung jawab provinsi. Karena lrovinsi hanya mendorong agar percepatan pengembangan infrastruktur terealisasi, dengan serangkaian penghitungan anggaran," papar Toni, seperti dilansir fajarsumatera..co.id.

Masih kata Toni, Dinas Bina Marga Lampung tidak bisa langsung menangani atau memberikan bantuan tanpa kesesuaian prosedur dan ketentuan yang berlaku.

"Kami (pemprov) bisa turun tangan membantu penanganan persoalan jembatan tersebut, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi asalkan ada surat permohonan/pernyataan ketidakmampuan Pemkab Lamteng setempat," tegasnya.

Sebab, sambungnya, jika pemprov langsung turun tangan bisa disalahkan, karena bukan kewenangan provinsi walau tujuan bantuan itu baik. Begitu pula penggunaan APBD provinsi untuk membantu penanganan persoalan jembatan itu tidak serta merta, dan harus ada mata anggarannya.

Untuk diketahui, amblasnya jembatan di kabupaten yang di pimpin oleh Bupati Lampung Tengah Mustafa itu diduga karena tak mampu menahan tonase kendaraan yang melintasinya. Ditambah lagi tanah timbunan masih labil serta faktor cuaca yang tidak mendukung. (*)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…