Banyak Pelanggaran Cerminan Pilkada Berkualitas


BANDARLAMPUNG,-Dalam tahapan Pemilihan kepala daerah serentak tahap dua 15 Februari mendatang, sebanyak 85 laporan dugaan pelanggaran pilkada sudah masuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung.

Seluruh laporan terdiri dari 39 laporan pelanggaran dan 46 temuan pelanggaran di lima daerah penyelenggara Pilkada. Namun, dari 85 data pelanggaran, hanya satu kasus yakni pidana pemilu di Mesuji dengan tersangka cabup nomor urut 2 Khamami yang masuk ke ranah penyidikan Sentra Gakkumdu.

Hal ini dikatakan Komisioner Bawaslu Lampung Ali Sidik, bahwa dari 85 laporan dugaan pelanggaran tersebut, paling sedikit terjadi di Mesuji dengan 3 laporan pelanggaran dari masyarakat dan 6 temuan Panwas.

Meski minim pelanggaran, namun masing-masing calonkadanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dirinya juga mengatakan, pelanggaran bisa saja tidak hanya dilakukan oleh Paslonkada. Sebab, pelanggaran juga bisa saja dilakukan oleh tim pemenangannya ataupun pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Panwas terus mengawasi jalanya Pilkada. Kami terus akan berupaya memaksimalkan tugas pengawasan agar pilkada ini berjalan sukses,” ujar Ali.

Menanggapi banyaknya laporan dugaan pelanggaran yang masuk,  Akademisi Universitas Lampung (Unila) Dedi Hermawan menilai jika masyarakat yang berdomisili di lima daerah penyelenggara Pilkada sangat berharap agar Pilkada Februari mendatang dapat memunculkan sosok pemimpin yang berkualitas.

“Dengan adanya 85 dugaan pelanggaran dari laporan masyarakat dan temuan panwas mengindikasikan tingginya perhatian masyarakat, tim sukses, dan pengawas sendiri untuk sama-sama menjaga kesuksesan Pilkada yang bersih jujur adil sehingga menghasilkan pemimpin berkualitas,” katanya.

Untuk itu, Bawaslu harus bisa menjaga rasa kepercayaan tersebut dengan bekerja sesuai kode etik dan aturan yang telah ditentukan. “Bawaslu masih dipercaya masyarakat sebagai salah satu pilar pengawas Pilkada yang baik, ini ditandai dengan banyak yang menyalurkan laporan ke Bawaslu,” ujarnya.

Diketahui, dari 85 data laporan pelanggaran tersebut, pilkada Tulangbawang mendominasi dengan 32 dugaan pelanggaran. Terdiri dari 27 laporan dan 4 temuan. Dari data pelanggaran itu juga, 6 diantaranya masuk kategori pelanggaran administrasi dan 26 masuk kategori pelanggaran pidana.

Kemudian, Pilkada Lampung Barat yang diikuti dua Pasangan calon (Paslon) ternyata ditemukan 17 pelanggaran, meliputi 6 pelanggaran administrasi, 6 pelanggaran pidana, dan 5 pelanggaran kode etik. Pelanggaran tersebut dari hasil, 7 laporan dari masyarakat dan 10 temuan Panwas setempat.

Sementara itu, Kabupaten Tulangbawang Barat meski hanya diikuti satu paslonkada, Umar Ahmad – Fauzi Hasan, ternyata masih juga diketemukan pelanggaran. Setidaknya, ada 16 temuan pelanggaran meliputi 8 pelangaran administrasi dan 7 pelanggaran pidana, 1 terkait dengan kode etik.

Selanjutnya, di Pilkada Pringsewu yang melibatkan tiga Paslon hanya ditemukan11 pelanggaran, meliputi  3 pelanggaran administratif dan 7 pelanggaran pidana. Sembilan dugaan pelanggaranya tersebut berdasarkan temuan Panwas, sementara dua laporan dari masyarakat. (RF/*)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog