Langsung ke konten utama

​DPD Gerindra Lampung Segera Ajukan PAW dan Copot KTA Rama Diansyah

setialampung.com - DPD Partai Gerindra Lampung mengambil tindakan tegas terhadap wakil ketua DPRD Pesawaran asal Partai Gerindra, Rama Diansyah yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung atas dugaan keterlibatan penyalahgunaan narkoba, Selasa (3/1).

Ketua DPD I Partai Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengajukan pergantian antar waktu (PAW) Rama sebagai anggota dewan Pesawaran. Selain itu, DPD Gerindra Lampung juga akan mengajukan pecabutan Rama dari keanggotaan Partai Gerindra.

"Secepatnya kami ajukan proses PAW Rama Diansyah dan pencabutan kartu anggota Rama dari Partai Gerindra. Apalagi statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya melalui sambungan telpon, Rabu (4/1).

Ketua DPW PAN Lampung Saad Sobari menegaskan,hari ini DPW PAN Lampung sedang memanggil DPD Pesawaran terkait dugaan keterlibatan penggunaan narkoba anggota DPRD Pesawaran asal PAN Yudianto.

"Saat ini (hari ini) di DPW PAN Lampung masih berlangsung pemanggilan DPD Pesawaran. Kami teliti dulu kebenarannya. Apakah (Yudianto) sebagai korban atau bagaimana. Kami selidiki dan kumpulkan bukti dulu terkait kebenarannya," ujarnya, Rabu (4/1).

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap wakil ketua DPRD Pesawaran asal Partai Gerindra, Rama Diansyah beserta anggota DPRD Pesawaran lainnya asal PAN, Yudiyanto, Selasa (3/1).

Rama dan Yudianto dicokok petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung di kediamannya di Dusun Penengahan, Desa Gedong Tataan, Kecamatan Gedong Tataan, karena diduga terlibat dalam pesta narkoba jenis sabu - sabu beserta 6 rekannya.

"Kami mengamankan delapan orang yang diduga mengadakan pesta narkoba yaitu Alwi, Hayyun, Harpandi, Darma, Hamdani, dan Hendra, Rama Diansyah, dan Yudianto. Tiga orang yang hasil tes urinenya positif menggunakan narkoba yaitu Rama Diansyah, Yudianto dan Hendra," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar Abrar Tuntalanai, Selasa (3/1).

Abrar menuturkan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat. Dari hasil penggerebekan tersebut, petugas mengamankan barang bukti satu paket sabu sisa habis pakai dan alat hisap (bong).

"Rama ditangkap beserta tujuh rekan lainnya sekitar pukul 17.30 WIB di rumahnya," ujarnya. (ben)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting …

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …