Langsung ke konten utama

Hobi Mancing, Julius Gultom Pernah Dapat Ikan Yellow Fin Tuna Seberat 20 Kilogram

Julius Gultom, putra ketiga dari lima bersaudara ini memiliki hobi memancing dan berburu. Pria kelahiran 1974 ini hobi memancing di laut lepas. Sudah banyak spot memancing yang sudah didatanginya. Bahkan sudah merambah sampai ke Lombok dan Bali dalam rangka ikut even mancing tahunan.

“Saya hobi mancing sejak SMA sampai saat ini. Untuk spot mancing di Lampung yaitu di Sea Mount Reef (SMR). Lokasinya sekitar lima jam dari Teluk Kiluan. Saya mancing di laut lepas menggunakan kapal (Speed Boat). Saya tergabung di dalam klub mancing insane fishing club Lampung. Anak sulung saya hobi mancing juga,” ujarnya di DPRD Bandarlampung, Rabu (4/1).

Politisi PDIP ini menuturkan, dirinya rutin menyalurkan mancing satu kali dalam satu bulan. Menurutnya, hobi memancing untuk melatih kesabaran dan menghilangkan kepenatan sehari – hari.

“Kami pernah ada pengalaman menarik. Waktu lagi mancing, kapal kami pernah disenggol ikan hiu tutul. Sekali berangkat mancing sekitar sepuluh orang. Biasanya Jumat – Minggu mancingnya. Biayanya patungan,” kata pria yang sudah dikaruni tiga putra ini.

Anggota komisi IV DPRD Bandarlampung ini mengungkapkan, untuk memancing ikan di laut lepas biasanya menggunakan umpan cumi dan metal jig.

“Saya pernah dapet ikan yellow fin tuna seberat 20 kilo. Ikan hasil mancing biasanya saya bagikan ke tetangga sekitar rumah. Selain hobi memancing, saya juga hobi berburu binatang yang merusak tanaman. Saya tergabung di Karakatau shooting club. Saya pernah berburu di wilayah Lemong, Kelumbayan, Paku dan di daerah Umbar,” ungkapnya. (ben)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting …

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …