Langsung ke konten utama

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

​Pantai Mandiri Sejati Makan Korban, 2 Orang Tewas, 2 Hilang

setialampung.com - Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Dra. Sulistyaningsih mengatakan, Pantai Mandiri Sejati, Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, memakan korban. Sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (1/1), dua orang pengunjung pantai meninggal dunia (MD) dan dua belum ditemukan akibat terseret ombak.

"Korban yang meninggal yaitu Apin, warga Pasar Rebu, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat (Lambar) dan Yani Andriani binti Artan (23) warga Kebun Tebu. Dua korban belum ditemukan yakni Arif (24) warga Kebun Tebu dan Firman (24) warga Priwitan, Kebun Tebu," kata Sulis, Minggu (1/1).

Sulis mengungkapkan, awal mulanya ada 6 orang pengunjung pantai yang terseret ombak sekitar pukul 13.30 WIB. Dimana korban sedang mandi di pantai. Korban terseret ombak termasuk pasangan suami istri Arif dan Yani. Kemudian Reka mencoba menyelamatkan Yani yang tidak bisa berenang. Namun tidak bisa tertolong.

Sulis menambahkan, mendapat informasi tersebut, aparat kepolisian bersama tim mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelamatan terhadap korban selamat dan meninggal dunia dan mendata saksi.

"Sementara korban selamat yaitu Angga Rapi Jaya bin Hamdani, (19), warga Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, Lambar dan Reka Adepita binti Winarto (20), warga Gedung Surian, Ramayana binti Arton (22), warga Kebun Tebu (mandi di pinggir pantai). Korban selamat maupun meninggal masih dirumah sakit Pesisir Tengah sambil menunggukeluarga korban untuk dijemput," ungkapnya. (ben)

Berita Populer

Mendagri Keluarkan Surat Edaran untuk Gubernur, Bupati dan Walikota

Jakarta - Sehubungan dengan persiapan penyelenggaraan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020, Kemendagri telah mengeluarkan Surat Edaran Mendagri tentang Persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal itu dipaparkan Mendagri Prof. H.M. Tito Karnavian dalam Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Surat Edaran tersebut meminta kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar saling berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, membentuk Posko Pemantauan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang bertugas untuk mengkoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan, memonitor persiapan dan pelaksanaan pada saat menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait, Kementerian/Lembaga, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia;

Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat menjelang persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 melalui upaya:

a. Peningkatan Kesiapan Sarana dan P…

Reses, Rakhmad Nafindra Siap Bantu Kembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah

Bandarlampung - Permintaan agar prosedur pengajuan pinjaman/kredit untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dipermudah, kondisi arus lalu lintas yang macet, sampai keluhan terkait proses bina lingkungan, merupakan beberapa aspirasi yang disampaikan warga saat menghadiri kegiatan reses anggota DPRD Bandarlampung, Rakhmad Nafindra, yang dilaksanakan di Perum Korpri, Bandarlampung, sabtu (14/12).

Permintaan agar prosedur pengajuan pinjaman/kredit UMKM dipermudah ini disampaikan salah satu warga bernama Danang.


Menurut pria yang mengaku sebagai mahasiswa ini, ia bersama beberapa warga menekuni industri rumahan yaitu usaha shuttlecock badminton.

"Warga menyambut baik adanya usaha shuttlecock. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mengusulkan agar prosedur pengajuan pinjaman UMKM dipermudah. Karena warga ingin memajukan industri rumahannya namun terbentur biaya," kata Danang.


Warga lainnya pun antusias menyampaikan aspirasinya kepada politisi PDIP ini. Seperti dilon…

Reses Dedi Yuginta, Surono Minta Jumlah Guru Ngaji Didata Lagi

Bandarlampung - Surono, warga Kebon Jeruk meminta agar jumlah guru ngaji di wilayahnya didata kembali. Ini lantaran disinyalir adanya guru ngaji yang sudah tidak aktif mengajar lagi, namun masih mendapat bantuan dari walikota Bandarlampung.

Hal ini disampaikan Surono saat menghadiri reses anggota DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta, kamis (12/12).


Menurutnya, diduga ada guru ngaji yang sudah tidak aktif tapi masih menerima bantuan dari walikota Bandarlampung.

"Supaya tidak terjadi tumpang tindih terkait jumlah guru ngaji yang ada, saya minta jumlah guru ngaji untuk didata ulang. Karena disinyalir ada yang sudah nggak aktif lagi tapi masih terima bantuan dari walikota," ujarnya.

Selain terkait mendata ulang jumlah guru ngaji, pada kesempatan tersebut ia juga minta agar honor ketua RT ditambah lagi.

"Kalau bisa honor ketua RT ditambah lagi, kalau bisa honornya menjadi dua juta rupiah," pintanya.

Hal berbeda disampaikan Lia. Warga Kota Baru ini mengusulkan perbaikan goro…