Soal Dugaan Setoran Proyek, Hazizi Dua Kali Mangkir Dipanggil Polisi

setialampung.com - Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, anggota DPRD Lampung Hazizi sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Polresta Bandarlampung atas dugaan menerima suap sebesar Rp515 juta dari almarhum Syahruddin.

"Sudah dua kali Hazizi kami panggil tapi nggak datang. Kami pastikan dulu apakah surat panggilannya sudah diterima Hazizi atau belum," kata Murbani kepada wartawan, Jumat (6/1).

Ketika ditanya apakah pihaknya akan melakukan jemput paksa Hazizi, Murbani menuturkan, penyidik bisa melakukan upaya jemput paksa jika sudah dua kali dipanggil tapi tidak datang.

“Prosedurnya bisa dijemput paksa. Sebelumnya kami pastikan dulu apakah suratnya sudah diterima terlapor atau belum,” tegasnya.

Sementara Demi Dinata (putra almarhum Syahruddin) mengaku belum mengetahui kelanjutan laporannya.

“Saya belum terima panggilan pemeriksaan lagi," ujarnya.

Sebelumnya Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengaku masih melakukan penguatan alat bukti dan meminta keterangan dari para saksi terkait kasus oknum anggota sekaligus ketua badan kehormatan (BK) DPRD Lampung Hazizi yang dilaporkan ke polresta Bandarlampung atas dugaan menerima uang senilai Rp 515 juta dari alm. Syahruddin Yasin yang diduga uang tersebut untuk mendapat sebuah proyek di Lampung Selatan.

"Kami belum melakukan pemanggilan terhadap Hazizi karena masih menguatkan alat bukti dan pemeriksaan saksi. Sejauh ini sudah dua saksi yang sudah dimintai keterangannya," ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (20/12).

Anggota BK DPRD Lampung Akhmadi Sumaryanto menuturkan, BK DPRD Lampung belum melakukan rapat internal terkait dugaan kasus ini. Karena masih menunggu kepastian hukum yang tetap.

"Yang namanya laporan itu kan bisa benar bisa juga salah. Jadi kami menunggu perkembangan dan kepastian hukumnya," katanya.

Saat ditanya apakah anggota dewan boleh "bermain" proyek, politisi PKS ini menegaskan sesuai UU MD3, anggota dewan dilarang untuk ikut main proyek.

Sementara anggota komisi V DPRD Lampung Mufti Salim mengimbau kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi prinsip hukum asas praduga tidak bersalah.

Kendati demikian, ketua DPW PKS Lampung ini mengimbau kepada penyelenggara daerah baik dari unsur legislatif maupun eksekutif untuk menjaga martabat lembaga dan harus lebih disiplin dengan aturan yang ada.

"Kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Saya juga mengimbau kepada semua anggota legislatif termasuk dirinya serta eksekutif agar lebih disiplin dalam menaati peraturan, hukum dan etika," imbaunya.

Sementara anggota dan ketua BK DPRD Lampung Hazizi sampai berita ini diturunkan tidak bisa dikonfirmasi. Meskipun telepon selulernya aktif, namun panggilan telpon dan pesan singkat setialampung.com tidak kunjung mendapat jawaban.

Sebelumnya, kasus dugaan setoran proyek kembali terjadi. Kali ini oknum anggota DPRD Lampung berinisial HZ diduga menerima setoran proyek senilai Rp515 juta.

Demi Dinata, putra pertama alm. Syahruddin Yasin kepada setialampung.com, Senin (19/12), mengungkapkan, awal mulanya sekitar bulan Maret, ayahandanya (alm. Syahruddin Yasin) menyetorkan uang senilai Rp515 juta kepada Hazizi. Saat itu Hazizi menjanjikan akan memberikan proyek di Lampung Selatan.

"Alm ayah saya (Syahruddin Yasin) mengantarkan langsung uangnya ke rumah Hazizi. Uang diberikan dalam 4 tahap. Ada saksinya yaitu Andre. Tapi sampai ayah saya meninggal, proyek tidak kunjung ada," kata Demi.

Demi menuturkan, pihaknya sudah berulang kali menghubungi Hazizi. Namun tidak ada itikad Hazizi untuk menyelesaikan masalah ini.

"Om saya pernah menagih langsung ke rumah Hazizi. Tapi Hazizi hanya janji - janji aja. Sampai akhirnya kami melaporkan masalah ini ke polresta Bandarlampung dengan nomor laporan nomor: LP/B/3669/IX/2016/LPG/RESTA BALAM tertanggal 15 September 2016. Sabtu (17/12) saya menanyakan perkembangan kasus ini ke polresta," ungkapnya.

Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung Saad Sobari akan memanggil kadernya yang juga anggota DPRD Lampung Hazizi. (ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog