Media dituntut jaga idealisme dan kritis


setialampung - Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada), media dinilai belum kritis dalam memberitakan rekam jejak calon kepala daerah (calon kada). Selain itu, media juga diimbau untuk tegas memisahkan antara iklan dan berita. Sehingga informasi yang disampaikan tidak membingungkan pemilih.

Hal ini terungkap dalam diskusi bertema Media Kritis, Pilkada Demokratis yang dilaksanakan di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung Sabtu (26/8).

Komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih mengatakan, saat ini belum ada pemberitaan yang mengkritisi rekam jejak calon kada. Selama ini pemberitaan hanya terkait siapa calon kada  yang akan maju di pilkada. Media juga tidak menganalisis secara tajam program calon kada.

"Alhasil, tidak ada informasi terkait kelebihan dan kekurangan calon. Yang dikritik hanya soal poster calon yang dipasang di pohon. Tidak pada substansi program lingkungan yang diusung calon,” ujarnya, di dalam diskusi yang dihadiri jurnalis, aktivis NGO, blogger, seniman, dan mahasiswa ini.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung, Fajrun Najah Ahmad menuturkan, disamping mengembangkan usaha, pers dituntut menjaga idealisme dan tidak kehilangan sikap kritis meskipun mendapat iklan dari calon kada.

“Media harus menyampaikan rekam jejak tokoh yang akan maju dalam pilkada. Rekam jejak dalam kapasitas kepemimpinan bukan,” katanya.

Pemimpin Redaksi Duajurai.co Juwendra Asdiansyah, menuturkan, ada empat fungsi pers, yaitu sosialisasi, informasi, edukasi, dan kontrol sosial.

Namun, lanjutnya, fakta yang ada, media lebih fokus menyosialisasikan calon, tapi tiga fungsi yang lain tidak dilakukan secara maksimal. Media harus membuka rekam jejak calon karena kandidat cenderung menyampaikan kelebihan.

"Calon hanya sampaikan yang bagus-bagus saja, medialah yang bisa membuka rekam jejak mereka,” kata dia.

Menurut dosen Ilmu Komunikasi Universitas Lampung, Toni Wijaya, dukungan media terhadap calon bukan karena ideologis seperti pers di Amerika. Namun, media mendukung calon karena faktor praktis dari sisi pendapatan. (rls)
Share:

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog