Langsung ke konten utama

Aprilani Yustin Ficardo beri tali kasih 50 anak yatim piatu dan 50 orangtua jompo

Foto: Deka Vivi

setialampung – Ketua TP PKK Lampung, Aprilani Yustin memberikan tali kasih ke 50 anak yatim piatu dan 50 orangtua jompo yang kurang mampu. Yustin juga mengapresiasi pengurus muslimat dan jamaah yang rutin mengadakan pengajian sebagai bentuk pembinaan rohani.

Pemberian tali asih ini diberikan Yustin saat menghadiri pengajian rutin bulanan sekaligus menyambut tahun baru 1 muharram 1439 H, muslimat NU, Kecamatan Pekalongan, Desa Adirejo, Pekalongan Lampung Timur, Minggu (24/9).

Pengajian rutin yang dihadiri ribuan jamaah muslimat NU ini, pembina pengajian Ar-Ridho Lampung ini juga mengajukan 3 orang lanjut usia dan 1 orang pemimpin pondok pesantren untuk mengikuti program umroh program pemerintah provinsi (pemprov) Lampung.

Pada kesempatan tersebut, istri gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo ini juga mohon doa dan dukungan kepada warga nahdliyin, khususnya jamaah muslimat NU agar pembangunan yang dilaksanakan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dapat berjalan lancar dan terus berlanjut. 

Yustin memaparkan banyak program di bawah kepemimpinan Muhammad Ridho Ficardo yang terkait dengan tradisi warga Nahdliyin, misalnya program rohani ziarah makam wali songo. Hal tersebut dikarenakan Ridho Ficardo sendiri lahir dari keluarga yang kental dengan tradisi santri, yaitu dari ayahanda yang berasal dari Tulung Agung, Jawa Timur.

Pengajian rutin bulanan ini dihadiri pula Bupat Lampung Timur, Chusnunia Chalim, Wakil Bupati Lampung Timur, Syaiful Bukhori, camat Pekalongan, ketua PC muslimat NU Lampung Timur, dan ketua PAC muslimat NU Pekalongan serta dua ribuan jamaah Muslimat NU Pekalongan, Lampung Timur. Segenap jamaah menyambut meriah kehadiran Yustin Ridho Ficardo yang terkenal keramahannya. Di tengah - tengah pengajian banyak jamaah meminta foto bersama dengan Yustin. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting …

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …