Langsung ke konten utama

Besok, muswillub DPW PAN Lampung nggak jadi digelar, kenapa ?



Ketua Harian DPW PAN Lampung, Saad Sobari. Foto: Benny Setiawan/setialampung.co.id

setialampung - Musyawarah wilayah luar biasa (muswillub) DPW PAN Lampung versi Bachtiar Basri Cs, yang menurut rencana dilaksanakan, Rabu (27/9), tidak jadi dilaksanakan.

Ketua harian DPW PAN Lampung, Saad Sobari menegaskan hal tersebut kepada setialampung.co.id, Selasa (26/9).

"(Muswillub) nggak jadi. Ketua DPW PAN Lampung, Bachtiar Basri sudah menyerahkan sepenuhnya kebijakan terkait PAN Lampung kepada ketua umum (ketum) (Zulkifli Hasan)," kata Saad Sobari.

Saad menjelaskan, secepatnya DPP akan mengambil langkah - langkah strategis untuk menuntaskan polemik yang ada di Lampung demi menjamin soliditas kader.

Saat ditanya apakah disinyalir ada deal - deal tertentu, dan apakah akan mengajukan gugatan ke mahkamah partai serta PTUN Jakarta Selatan, jika Muswillub tidak jadi dilaksanakan, Rabu (27/9), Saad Sobari enggan berkomentar.

"Saya tidak komentar yang lain, itu tadi informasi terkait pertemuan ketua DPW (Bachtiar Basri) dan ketum (Zulkifli Hasan) di Jakarta sore ini," ujarnya.

Sementara sedikit berbeda disampaikan Wakil Sekretaris DPW PAN Lampung, Heri Agus Setianegara kepada setialampung.co.id, Selasa (26/9).

"Untuk muswillub diundur menjadi 30 September 2017 karena menunggu jadwal dari DPP, sehingga diputuskan diundur," jelasnya.

Wakil Ketua DPW PAN Lampung Husnul Mafahir menyampaikan hal serupa.

"Muswillub dimundurkan 30 September 2017. Besok ada keterangan resmi dari panitia. Kami masih nunggu ketua wilayah, beliau (Bachtiar Basri) masih di Jakarta. Semua administrasi belum ditandatangani ketua," jelasnya.

Saat ditanya apakah Ketua DPW PAN Lampung Bachtiar Basri melakukan pertemuan dengan Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan hari ini, Husnul membenarkannya.

"Kalau tidak salah sepertinya begitu," ujarnya singkat kepada setialampung.co.id, Selasa (26/9). (ben)


Berita Populer

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)