FMTL dukung kebijakan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo


setialampung - Ketua Forum Masyarakat Transparansi Lampung (FMTL), Kohar, mendukung kebijakan dan rencana gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang akan merevitalisasi Pasar Seni dan Lapangan Merah Enggal menjadi ruang terbuka hijau (RTH) Saburai bernama "Enggal Elephant Park" seluas 15 ribu meter.

Menurut Kohar, Bandarlampung masih sangat minim memiliki taman kota. Enggal Elephant Park pun menjadi oase untuk menambah tempat rekreasi bagi masyarakat.

"Enggal Elephant Park akan RTH bagi anak-anak dan remaja, sehingga bisa kembali dekat dengan alam. Sebagai masyarakat Bandarlampung, saya sangat antusias dengan kebijakan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang mampu mewujudkan mimpi masyarakat akan taman kota yang refresentatif. Terobosan gubernur ini patut diapresiasi," ujarnya, Rabu (6/9).

Diketahui, pemerintah provinsi (pemprov) Lampung melalui dinas perumahan kawasan pemukiman dan pengelolaan sumber daya air akan merevitalisasi Pasar Seni dan Lapangan Merah Enggal menjadi ruang terbuka hijau (RTH) Saburai bernama Enggal Elephant Park seluas 15 ribu meter.

"Ini salah satu program yang digagas gubernur Lampung untuk memberi rasa nyaman bagi masyarakat Bandarlampung berbagai usia. Selain itu akan dibangun pula ruang berinteraksi bagi remaja, anak usia dini dan manula," kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Edarwan di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Senin (4/9).

Ada dua sarana yang dibangun. Pada tahap pertama yakni Taman Gajah, Lapangan Multifungsi (basket dan futsal), lapangan skateboard, musala, dan taman manula. Kemudian, pada tahapan kedua dibangun Kids Park yaitu ruang terbuka dan bermain anak-anak yang menyatu dengan alam.

Lalu daycare dan PAUD sebagai tempat tumbuh kembang anak yang dilengkapi dengan fasilitasi bermain dan ruang edukasi yang dapat menjadi percontohan. Terakhir akan dibangun air mancur dan mini theater sebagai arena aktualisasi pertunjukan kesenian dan arena pertunjukan air.

"Kawasan kota harus memiliki ruang terbuka hijau. Gubernur melihat kondisi Bandarlampung belum memilki ruang terbuka hijau yang ditata dengan baik. Maka, dianggaran 2017 ini, RTH akan dibuka dengan merevitalisasi Pasar Seni dan Lapangan Merah Enggal," ujar Edarwan.

Menurut Edarwan, pembangunan RTH dijadwalkan ditargetkan 60% pada 2017 dan rampung 2018. Pada Tahun Anggaran 2017, pemprov Lampung menganggarkannya pada APBD murni Rp7 miliar.

"Saat ini dalam tahapan proses tender, dalam waktu yang tidak lama akan ditetapkan siapa investor yang profesional, baik secara teknis maupun kemampuan dalam membangunnya," kata Edarwan.

Tenaga Ahli Pembangunan RTH Saburai, Maher mengatakan, pembagunan itu atas keinginan Gubernur Lampung membuat landmark atau ikon baru di Bandarlampung. Tempat tersebut nantinya digunakan baik generasi muda maupun dewasa karena melihat di Bandarlampung belum menemukan RTH atau outdoor yang memadai.

Pusat perbelanjaan yang mendominasi berkumpul keluarga tidak lagi menjadi favorit. Ini kekhawatiran Gubernur, jangan sampai generasi muda menjadi sifat yang konsumtif. Harus ada ruang interaksi antar keluarga untuk menyatu dengan alam," kata Maher. (*)

Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed